Bangkit dari Luka, Berdiri untuk Indonesia Terhormat

Bangkit dari Luka, Berdiri untuk Indonesia Terhormat

Ilustrasi/Pixabay--

Ketika banyak kekuatan politik menawarkan bantuan sesaat berupa sembako, bantuan tunai, atau janji tanpa ukuran keberhasilan yang jelas, saya percaya rakyat juga berhak mendapatkan pilihan lain: politik yang menawarkan pendidikan, program nyata, dan visi jangka panjang.

Pertarungan terbesar dalam demokrasi bukan hanya tentang siapa yang menang dalam pemilu, tetapi tentang bagaimana masyarakat menentukan pilihan.

Apakah rakyat akan memilih gagasan yang membutuhkan proses, kerja keras, dan kesadaran bersama? Ataukah memilih keuntungan sesaat yang tidak menyelesaikan akar masalah?

BACA JUGA:Banyak Jalan Lain Korupsi Menuju Roma

Inilah tantangan besar demokrasi Indonesia.

Saya percaya perubahan tidak lahir dari kemarahan, tetapi dari keberanian. Tidak lahir dari kebencian, tetapi dari gagasan. Tidak lahir dari kepentingan pribadi, tetapi dari pengabdian.

Jika perjuangan melalui seni, sastra, dan literasi harus berhenti sementara, maka perjuangan melalui ruang politik menjadi langkah berikutnya.

Karena tujuan akhirnya tetap sama: membangun manusia Indonesia yang bermartabat dan membawa bangsa ini menuju Indonesia Terhormat.

 

Novita Sari Yahya

Share
Berita Lainnya
Berita Terpopuler