Bangkit dari Luka, Berdiri untuk Indonesia Terhormat

Bangkit dari Luka, Berdiri untuk Indonesia Terhormat

Ilustrasi/Pixabay--

Saya tidak masuk ke dunia politik karena tertarik pada kekuasaan. Saya masuk karena melihat adanya kesempatan untuk memperjuangkan ide, program, dan solusi. Saya ikut merancang strategi, gagasan, serta arah perjuangan sebuah partai baru karena saya percaya perubahan membutuhkan keberanian untuk memasuki ruang yang menentukan.

Kita harus mengakui bahwa politik memiliki kemampuan menyediakan akses, sumber daya, dan jaringan yang diperlukan untuk menjalankan program besar. Namun, akses tersebut harus digunakan dengan tanggung jawab.

Berpolitik tidak berarti harus kehilangan prinsip. Politik tidak harus selalu identik dengan transaksi, kepentingan pribadi, atau perebutan kekuasaan.

Politik yang sehat harus dibangun dengan gagasan, pendidikan, integritas, dan keberanian mengambil keputusan yang berpihak kepada masyarakat.

Saya telah melihat banyak tragedi dalam hidup yang membuat saya memahami arti kehilangan dan ketahanan. Kepergian ayah saya masih meninggalkan pertanyaan yang belum sepenuhnya terjawab. Saya juga pernah melewati masa-masa penuh tekanan, menghadapi berbagai dugaan ancaman terhadap keselamatan, kehilangan, penghancuran karakter, serta perjuangan ekonomi yang berat.

Saya pernah merasakan bagaimana rasanya berada dalam kondisi sulit, ketika mimpi, pekerjaan, dan perjuangan seakan diuji dari berbagai arah.

Namun saya memilih untuk tidak menyerah.

Jika hari ini saya mampu berdiri di panggung politik, saya ingin menyampaikan kepada ayah saya yang pernah menjalani perjuangan berat di hutan Sumatra selama bertahun-tahun dalam sejarah perjuangan bangsa, dan kepada kakek saya yang pernah mengalami masa sulit pada pendudukan Jepang:

Bahwa saya adalah seorang perempuan Indonesia yang terus berdiri.

Saya ingin membuktikan bahwa kekuatan perempuan bukan hanya tentang kelembutan, tetapi juga tentang keberanian menghadapi badai kehidupan.

Saya tidak ingin menjadikan penderitaan sebagai cerita tentang kehancuran. Saya memilih menjadikannya sebagai energi untuk membangun sesuatu yang lebih besar.

Karena sejarah bangsa ini menunjukkan bahwa perempuan Indonesia selalu memiliki peran penting dalam perjuangan. Dari keluarga, pendidikan, kebudayaan, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara, perempuan memiliki kemampuan untuk menjaga nilai dan memperjuangkan perubahan.

Perjuangan saya bukan hanya tentang diri saya sendiri. Ini adalah bagian dari keyakinan bahwa bangsa Indonesia dibangun oleh manusia-manusia yang mampu bangkit dari kesulitan.

Hari ini, ketika banyak masyarakat menghadapi persoalan ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan ketidakpastian masa depan, bangsa ini membutuhkan lebih dari sekadar janji.

Bangsa ini membutuhkan gagasan.

Share
Berita Lainnya
Berita Terpopuler