Bangkit dari Luka, Berdiri untuk Indonesia Terhormat
Ilustrasi/Pixabay--
Jakarta, AktualNews- Ketika akhirnya saya memutuskan untuk berdiri di panggung politik, keputusan itu bukan lahir dari keinginan mengejar kekuasaan semata. Ini adalah sebuah perjalanan panjang tentang bertahan, belajar, dan membuktikan bahwa manusia mampu bangkit dari berbagai ujian kehidupan.
Saya ingin menunjukkan apa arti sebuah perjuangan. Apa arti bertahan ketika berada dalam kondisi sulit. Apa arti menghadapi rasa takut, kehilangan, ketidakpastian, dan berbagai keadaan yang menguji batas kemampuan seorang manusia.
Dalam perjalanan hidup saya, banyak hal telah mengajarkan tentang arti keteguhan. Saya pernah menyaksikan tragedi, kehilangan orang-orang yang saya cintai, menghadapi masa-masa penuh tekanan, dan melewati berbagai fase kehidupan yang tidak mudah. Semua pengalaman tersebut membentuk cara pandang saya bahwa hidup bukan hanya tentang apa yang kita alami, tetapi bagaimana kita memilih untuk merespons setiap ujian.
Dengan berbagai pertimbangan yang matang, saya memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh proyek di bidang seni, sastra, dan gerakan literasi yang selama ini saya jalankan. Keputusan ini bukan karena saya kehilangan kecintaan terhadap dunia tersebut, melainkan karena kondisi yang mengharuskan adanya penyesuaian.
BACA JUGA:Jangan Menjadi Rakyat yang Buta dan Tuli
Beberapa lini usaha yang selama ini menjadi sumber pembiayaan bagi berbagai kegiatan kreatif dan sosial mengalami hambatan. Akibatnya, keberlanjutan sejumlah program tidak dapat berjalan seperti sebelumnya.
Seluruh naskah, penelitian, rancangan buku, karya sastra, dan berbagai dokumen yang telah saya persiapkan akan tetap disimpan sebagai arsip perjuangan. Saya percaya bahwa setiap gagasan memiliki waktunya sendiri. Ada karya yang lahir untuk segera dipublikasikan, tetapi ada pula karya yang harus menunggu hingga keadaan menjadi lebih memungkinkan.
Saya berharap suatu hari nanti, ketika kondisi telah kembali stabil, karya-karya tersebut dapat dilanjutkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena bagi saya, menulis bukan hanya pekerjaan kreatif, tetapi juga bentuk pengabdian.
Di tengah perubahan arah perjuangan ini, beberapa partai politik baru memberikan kesempatan dan mengajak saya untuk bergabung dalam struktur kepengurusan mereka. Saya menerima ajakan tersebut bukan karena mengejar popularitas, jabatan, atau sekadar mencari panggung.
Saya melihat politik sebagai ruang untuk membawa gagasan yang selama ini saya perjuangkan. Politik adalah salah satu instrumen yang memiliki kekuatan besar untuk memengaruhi kebijakan, membuka akses, dan menciptakan perubahan yang lebih luas.
Saya menyadari bahwa kehidupan masyarakat Indonesia tidak pernah benar-benar terpisah dari politik. Seperti yang pernah ditulis oleh Rosihan Anwar, manusia Indonesia hidup dalam suasana politik, karena banyak aspek kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya pada akhirnya ikut dipengaruhi oleh keputusan politik.
Karena itu, politik bukan sesuatu yang bisa dihindari. Pertanyaannya bukan apakah seseorang harus berpolitik atau tidak, tetapi bagaimana seseorang menjalankan politik tersebut.
Apakah politik hanya menjadi alat untuk mendapatkan kekuasaan? Ataukah politik dapat menjadi sarana untuk memperjuangkan nilai, pendidikan, kesejahteraan, dan masa depan bangsa?
Bagi saya, politik harus dikembalikan kepada hakikatnya sebagai ruang pengabdian.
- Share
-