Menuju Lyon Biennale 2026, Candrani Yulis Gelar Pameran "Passage" di IFI Yogyakarta
Candrani Yulis dikenal sebagai seniman multidisiplin yang berkarya melalui instalasi, fotografi, dan video. Praktik seninya mengeksplorasi tema-tema ingatan, identitas, sistem keyakinan, dan pengalaman perempuan melalui pendekatan berbasis riset serta nar--
Yogyakarta, AktualNews - Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, Institut français d'Indonésie (IFI) bersama Ellipse Art Projects menghadirkan pameran tunggal "Passage" karya seniman Indonesia Candrani Yulis di IFI Yogyakarta pada 14–24 Juli 2026. Pameran ini menjadi penanda terpilihnya Candrani untuk tampil di Lyon Biennale of Contemporary Art ke-18, salah satu ajang seni kontemporer paling bergengsi di Eropa, yang akan berlangsung pada 19/09/ 2026 hingga 03/01 2027.
Pameran "Passage" menjadi bagian dari penguatan kerja sama budaya Prancis dan Indonesia sebagaimana tertuang dalam Deklarasi Borobudur tentang Strategi Budaya Bersama, yang diadopsi Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron pada Mei 2025.
BACA JUGA:IFI Gelar Joko Anwar Night Jelang Festival Film Fantastis Gérardmer 2026
Deklarasi tersebut mendorong pengembangan program residensi lintas disiplin, pertukaran seniman dan penulis, serta jejaring profesional budaya antara kedua negara.
Keikutsertaan Candrani di Lyon Biennale berawal dari program residensi di Cité internationale des arts di Paris pada awal 2026. Program tersebut membuka jalan bagi pengembangan karya baru yang akan dipamerkan perdana di Lyon sekaligus menjadi contoh nyata keberhasilan program pertukaran budaya antara Indonesia dan Prancis.
Selain program KOTA, Kedutaan Besar Prancis–IFI juga terus memperluas kolaborasi melalui program residensi silang Artist Designer in Residence (ADIR) bersama CushCush Bali dan Arcade France, serta meluncurkan program residensi penulis Rimbaud yang akan mempertemukan penulis Prancis dan Indonesia mulai 2026 hingga 2027.
Terpilihnya Candrani juga didukung Program +E, inisiatif Ellipse Art Projects yang membimbing dan mempromosikan seniman perempuan Asia Tenggara ke panggung internasional. Dalam program ini, Candrani didampingi kurator dan sejarawan seni Farah Wardani untuk mengembangkan karya baru yang akan dipamerkan di Lyon Biennale.
Berbasis di Yogyakarta, Candrani Yulis dikenal sebagai seniman multidisiplin yang berkarya melalui instalasi, fotografi, dan video. Praktik seninya mengeksplorasi tema-tema ingatan, identitas, sistem keyakinan, dan pengalaman perempuan melalui pendekatan berbasis riset serta narasi sosial budaya Indonesia.
Melalui "Passage", pengunjung dapat mengikuti perkembangan perjalanan artistik Candrani sekaligus melihat sejumlah karya yang menjadi pijakan menuju Lyon Biennale. Pameran juga menampilkan riset awal di balik karya terbaru yang tengah dipersiapkan untuk dipamerkan di Prancis.
Kurator pameran sekaligus mentor Program +E, Farah Wardani, mengatakan "Passage" merefleksikan proses kreatif Candrani dalam terus belajar, mempertanyakan berbagai asumsi, serta membuka ruang dialog mengenai identitas, keyakinan, dan norma sosial melalui karya-karyanya.
Pameran akan dibuka pada 14 Juli 2026 pukul 18.00 di IFI Yogyakarta dan berlangsung hingga 24 Juli 2026 sebagai bagian dari Jogja Art Week. Pameran terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya setiap Senin–Sabtu pukul 08.00–20.00.
BACA JUGA:“Par les mots – Lewat Kata-kata”, IFI Rayakan Persahabatan Prancis–Indonesia Lewat Sastra
Melalui dukungan terhadap seniman muda Indonesia, Kedutaan Besar Prancis–IFI menegaskan komitmennya untuk memperkuat pertukaran budaya, memperluas mobilitas seniman, serta mendorong kolaborasi kreatif yang berkelanjutan antara Indonesia dan Prancis.***
- Tag
- Share
-