Anies Baswedan: Semakin Tersohor, Semakin Sulit Ditemui?

Anies Baswedan: Semakin Tersohor, Semakin Sulit Ditemui?

Anis Baswedan/Jawa Pos --

Di satu sisi, publik merasa "ditinggalkan" oleh tokoh yang dulu dekat. Di sisi lain, tokoh publik harus menjaga kewarasan di tengah tekanan. Survei Litbang Kompas 2023 mencatat 62% responden merasa kecewa jika pejabat idolanya sulit dihubungi. Namun 71% responden yang sama juga setuju jika pejabat berhak punya waktu privat.

"Yang jadi masalah bukan sulit ditemuinya, tapi bagaimana caranya tetap menjaga empati," kata Aji. Ia mencontohkan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang meski sibuk, tetap menyempatkan diri menyapa warga kecil saat kunjungan.

Fenomena "semakin tersohor semakin sulit ditemui" adalah fakta sosial, bukan sekadar persepsi. Ketenaran tidak mengubah karakter dasar seseorang, ia hanya memperbesarnya. Figur yang sejak awal menghargai relasi akan tetap menjaga 2-3 sahabat lama meski jadwal padat. Sebaliknya, yang dasarnya abai, akan semakin jauh.

Pertanyaan kuncinya lalu bergeser: bukan "mengapa dia sulit ditemui?", melainkan "seberapa adil ekspektasi kita terhadap ruang privat orang lain?". Karena pada akhirnya, tembok tak kasat mata itu dibangun bukan untuk menjauh, tapi agar ia tetap waras untuk melayani lebih baik.

BACA JUGA:Tiga Partai Teken Piagam Bersama Usung Anis Baswedan Capres 2024 “Demokrat Simeulue Sebut Semua ini Bagi

Apakah seorang Suta Widhya mampu mengakomodasi keinginan ribuan bahkan jutaan orang yang ingin berkomunikasi dengan dirinya bila kelak tahun 2029 ditakdirkan menjadi Presiden Republik Indonesia ke-?

Pertanyaan di atas kita tunggu jawabannya ya.***

Share
Berita Lainnya