MU Perhutani Dengan PUD Aneka Usaha Karanganyar, Pengembangan wisata di lereng Lawu

MU Perhutani Dengan  PUD Aneka Usaha Karanganyar, Pengembangan wisata di lereng Lawu

--

Karanganyar,AktualNews  – Kawasan wisata lereng Gunung Lawu memasuki babak baru dalam tata kelola profesional. Perum Perhutani KPH Surakarta resmi menyepakati kerja sama strategis dengan PUD Aneka Usaha Kabupaten Karanganyar guna mengoptimalkan potensi pariwisata berbasis hutan yang terintegrasi.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut dilakukan di Ruang Anturium Rumah Dinas Bupati Karanganyar pada Selasa (17/03/2026). Langkah ini menandai komitmen kedua belah pihak dalam menyatukan visi ekonomi daerah dengan prinsip kelestarian ekosistem hutan.

BACA JUGA:Bupati Karanganyar Lepas 16 Armada Bus Mudik Gratis “Sesarengan Wangsul Karanganyar” di TMII

Kolaborasi ini mencakup mandat pengelolaan dan pengembangan pada tiga titik strategis yang selama ini menjadi magnet wisatawan di Karanganyar yaitu wana wisata pendakian Gunung Lawu (Via Cemoro Kandang dan Cetho), Taman Saraswati, serta kawasan Pringgodani.

Administratur Perhutani KPH Surakarta, Ronny Merdyanto, menegaskan bahwa sinergi antara pengelola hutan negara dan BUMD ini merupakan upaya menciptakan model wisata yang adaptif namun tetap patuh pada regulasi lingkungan.

"Pengembangan wisata di Gunung Lawu tidak boleh menanggalkan aspek ekologi. Kami memastikan seluruh aktivitas operasional tetap berada dalam koridor kehutanan demi menjaga kelestarian hutan, sembari memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga lokal," ujar Ronny.

Di sisi lain, PUD Aneka Usaha berkomitmen membawa pendekatan bisnis yang lebih modern untuk meningkatkan daya saing daerah. Direktur Utama PUD Aneka Usaha, Samidi, menjelaskan bahwa fokus utama ke depan adalah standarisasi fasilitas dan penguatan penetrasi pasar.

"Kami akan melakukan transformasi layanan dan promosi yang lebih agresif. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan (guest experience) sehingga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan daerah secara signifikan," tuturnya.

Bupati Karanganyar, yang hadir menyaksikan prosesi tersebut, menyebut momentum ini sebagai pengungkit ekonomi pascapandemi yang krusial. Ia optimistis bahwa pengelolaan yang terarah akan membuka lapangan kerja baru tanpa merusak wajah alam Lawu.

"Ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kami ingin Lawu berkembang sebagai destinasi unggulan nasional yang tetap produktif namun lestari," tandas Bupati.

BACA JUGA:Residivis Narkoba Kembali Ditangkap, Satresnarkoba Polres Karanganyar Amankan Sabu 1,75 Gram

Dengan telah ditandatanganinya perjanjian kerjasama ini, pengelolaan wisata di lereng Lawu diharapkan menjadi lebih terintegrasi, profesional, dan mampu menjadi tolok ukur pengelolaan kawasan hutan produktif di Jawa Tengah.***

Share
Berita Lainnya