Gotong Royong 76 Warga Hapus Ancaman Banjir dari SDN Kemang Kiara – Perbaikan Jangka Panjang Siap Dilaksanakan

Gotong Royong 76 Warga Hapus Ancaman Banjir dari SDN Kemang Kiara – Perbaikan Jangka Panjang Siap Dilaksanakan

--

Kemang, AktualNews - Suasana lega menghiasi wajah siswa dan warga RW 04 Desa Kemang, Kecamatan Kemang. Masalah banjir yang selama ini menjadi momok bagi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kemang Kiara dan sekitarnya akhirnya bisa diatasi melalui kegiatan gotong royong yang melibatkan 76 peserta dari berbagai elemen masyarakat, bahkan sebelum langkah perbaikan jangka panjang dari pemerintah daerah siap digulirkan.

Kepala Desa Kemang H. Entang Suana mengungkapkan bahwa masalah banjir telah menjadi beban berat selama bertahun-tahun, terutama saat musim hujan yang sering bertepatan dengan periode ujian sekolah. "Bahkan pada semester lalu, ada tiga hari ujian yang harus ditunda karena sebagian besar halaman sekolah dan ruang kelas tergenang air setinggi lutut. Banyak orang tua siswa yang khawatir anak-anak mereka tidak bisa mengikuti ujian dengan baik," jelasnya dalam jumpa pers di kantor desa, Selasa (25/1).

BACA JUGA: Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat, Rudy Susmanto Langsung Intusikan PUPR Segera Perbaikin Jalan Tegar Beriman

Tak tinggal diam, pihak desa segera menggerakkan kolaborasi dengan Lembaga Pemuda Masyarakat (LPM) Kemang, perangkat RT/RW, staf desa, dan warga masyarakat. Selama dua hari berturut-turut (20-21 Januari), mereka bekerja sama membersihkan lumpur dan sampah yang menyumbat saluran drainase, serta memperbaiki bagian-bagian saluran yang rusak.

Kepala SDN Kemang Kiara, Dra. Sri Wahyuni, sangat mengapresiasi upaya bersama tersebut. "Saat ujian semester ini berlangsung, tidak ada satu titik pun genangan air di sekolah. Siswa bisa datang tepat waktu, belajar dengan nyaman, dan mengerjakan soal tanpa gangguan apapun. Ini adalah hadiah terbaik bagi kita semua," ujarnya dengan senyum puas.

Salah satu peserta gotong royong, Nurhayati (45), seorang ibu rumah tangga yang tinggal di dekat sekolah, menyampaikan rasa syukurnya. "Sebelumnya, setiap hujan deras saya harus mengangkat perlengkapan rumah tangga ke tempat tinggi agar tidak basah. Sekarang bahkan setelah hujan lebat semalam, halaman rumah tetap kering. Terima kasih kepada semua yang telah membantu," katanya penuh emosi.

Untuk mengantisipasi masalah banjir secara menyeluruh, pihak desa telah melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten. Sebanyak empat kali rapat telah dilakukan untuk membahas perbaikan saluran drainase milik PT Java yang menjadi bagian penting dari sistem drainase wilayah Kemang.

Sebelum berkoordinasi dengan PUPR, desa juga telah mengadakan musyawarah terbuka bersama warga dan pihak pengembang untuk mendengarkan berbagai masukan dan harapan. Saat ini, pihak pengembang telah menunjuk konsultan ahli bidang hidrologi untuk melakukan kajian mendalam terkait debit air yang masuk ke saluran solokan, serta merancang desain saluran yang sesuai dengan kebutuhan wilayah.

BACA JUGA:Dinas PUPR Labuhanbatu Sediakan Ruang Pelayanan Perizinan Sektor Pekerjaan Umum dan Tata Ruang

"Kita tidak hanya ingin mengatasi masalah sekarang, tapi juga memastikan tidak akan muncul lagi di masa depan. Semua teknis perencanaan dan pelaksanaan akan diperiksa secara cermat oleh PUPR, dan kita akan memastikan bahwa solusi yang diberikan tidak hanya efektif tapi juga ramah lingkungan," jelas H. Entang Suana.***

 

 

Share
Berita Lainnya