Setahun Mengawal dengan Tindakan, KOPLING Dorong Penyelamatan Situ Bahar

Setahun Mengawal dengan Tindakan, KOPLING Dorong Penyelamatan Situ Bahar

--

Depok, AktualNews- Situ Bahar yang terletak di Kecamatan Cilodong, Kota Depok, kini menghadapi ancaman serius akibat dugaan pencemaran lingkungan yang berpotensi merusak ekosistem perairan serta mengganggu kesehatan masyarakat sekitar. 

Situ yang sejatinya berfungsi sebagai kawasan resapan air, pengendali banjir, dan habitat biota air tersebut dilaporkan mengalami penurunan kualitas lingkungan secara signifikan.

Indikasi pencemaran terlihat dari perubahan warna air, munculnya bau tak sedap, serta berkurangnya populasi ikan dan organisme air lainnya. Kondisi ini diduga dipicu oleh masuknya limbah domestik maupun aktivitas lain yang tidak ramah lingkungan ke badan air situ tanpa pengelolaan yang memadai. Jika dibiarkan, pencemaran ini berpotensi menimbulkan kerusakan ekosistem yang lebih luas dan berdampak jangka panjang.

Persoalan ini selama satu tahun terakhir mendapat pengawalan intensif dari KOPLING (Komunitas Peduli Lingkungan) Kota Depok, sebuah komunitas warga yang lahir dari kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup.

BACA JUGA:Betonisasi Jalan Lingkungan Desa Sukajaya Tingkatkan Mobilitas Warga

KOPLING secara konsisten melakukan pemantauan lapangan, pendokumentasian kondisi situ, pengumpulan data, serta menyampaikan laporan dan aspirasi kepada instansi terkait sebagai bentuk perjuangan atas hak masyarakat terhadap lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Situ Bahar dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan wilayah Cilodong. Kerusakan ekosistem situ tidak hanya berdampak pada flora dan fauna air, tetapi juga berisiko menurunkan kualitas air tanah serta meningkatkan potensi genangan dan banjir di kawasan sekitarnya. 

Selain itu, masyarakat yang selama ini memanfaatkan situ untuk aktivitas sosial dan ekonomi turut terdampak oleh memburuknya kondisi lingkungan tersebut.

Dalam rangka mendorong penanganan yang serius dan berkelanjutan, KOPLING melakukan koordinasi dan audiensi dengan berbagai pemangku kebijakan. Upaya tersebut mencakup komunikasi dengan instansi teknis Pemerintah Kota Depok, Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah, anggota DPRD Kota Depok, hingga penyampaian aspirasi dan data lapangan ke tingkat nasional melalui DPR RI dalam forum dengar pendapat anggota Fraksi PKS H Jalal Abdul Nasir bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurrofiq.

Sebagai tindak lanjut dari rangkaian advokasi tersebut,  silih berganti kunjungan dari Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah,  anggota DPRD Kota Depok, instansi terkait Pemerintah Kota Depok, hingga  Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan kunjungan lapangan dengan meninjau langsung kondisi Situ Bahar. 

Dalam peninjauan tersebut, KLH menerjunkan tim teknis untuk melakukan observasi awal guna mengidentifikasi indikasi pencemaran, potensi sumber limbah, serta dampaknya terhadap ekosistem dan masyarakat sekitar.

KOPLING menilai peninjauan langsung tersebut sebagai langkah penting untuk memastikan laporan masyarakat sesuai dengan fakta di lapangan, sekaligus menjadi dasar pengambilan kebijakan dan rekomendasi penanganan selanjutnya. 

BACA JUGA:Aktivis Sebut Komitmen Pemerintah Ciptakan Lingkungan Bersih Sehat Lestari Jangan Sebatas Penyerapan Anggaran

Namun demikian, KOPLING menegaskan bahwa langkah ini harus diikuti dengan tindakan nyata dan terukur, bukan sekadar bersifat seremonial.

Share
Berita Lainnya