Harusnya Horror Tawarkan Komedi-Horor Absurd dengan Akhir Emosional

Harusnya Horror Tawarkan Komedi-Horor Absurd dengan Akhir Emosional

--

Jakarta, AktualNews- Film Harusnya Horror menandai debut Reza “Arap” Oktovian sebagai sutradara layar lebar. Diproduksi Ess Jay Pictures, film komedi-horor ini menawarkan cerita yang lucu dan absurd, namun tetap menyimpan sisi emosional yang kuat.

Alih-alih hanya mengandalkan unsur horor dan komedi, Harusnya Horror mengangkat makna persahabatan, loyalitas, pengkhianatan, pengampunan, hingga pengorbanan. Perpaduan tersebut membuat bagian akhir film terasa emosional dan mampu menguras air mata penonton.

Film ini juga menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan para content creator.


--

 Fenomena creator economy yang menjadikan berbagai hal sebagai konten demi mengejar popularitas dan keuntungan disampaikan melalui pendekatan satire dan komedi.

BACA JUGA:Film Seni Merayu Tuhan Adaptasi Buku Habib Jafar Tayang Mulai 13 Agustus 2026

Bagi Reza Oktovian, Harusnya Horror memiliki makna personal karena menjadi salah satu karya yang melibatkan mendiang Lula Lahfah. Kehadiran Lula selama proses produksi meninggalkan kenangan mendalam bagi Reza dan seluruh anggota AAAClan.

“Setiap detiknya bersama Lula harusnya indah, kami berdua benar-benar menghargai setiap waktu bareng. Semua kru dan pemeran di film ini juga merasakan betapa besarnya dukungan dan kehadirannya selama produksi. Film Harusnya Horror menjadi memori terindah kami,” ujar Reza Oktovian.

“Meski kemasannya komedi-horor dengan cerita yang absurd, tetapi saya ingin menyajikan tentang arti persahabatan, pengorbanan, dan pentingnya menghargai orang terdekat sebelum terlambat,” tambahnya.

Harusnya Horror sekaligus menjadi debut akting layar lebar bagi para anggota AAAClan, yakni George Tierson (Jot), Yukatheo Glen Widjaja (Yuka), Garry Andriawan Ang (Garry), Teguh Prakoso (Tepe), Aldy Renaldy (Aloy), Ariyanto (Ibot), Niko Junius (Niko), dan Bravyson (Vicong).


--

Film ini turut menampilkan Reynavenzka, Ronny P. Tjandra, Heroe Soewarno, dan Malka Rafasya. Sementara Yoshua Marcellos (Cellos) hadir melalui penampilan spesial. Film ini juga menjadi penghormatan bagi mendiang Lula Lahfah.

George Tierson yang memerankan Kevin mengungkapkan bahwa Reza memberikan ruang kreatif bagi para pemain untuk mengeksplorasi karakter mereka.

“Sebagai sutradara, Reza memberikan treatment yang berbeda untuk kami. Dia memberikan kebebasan kreatif ke kami sebagai aktor untuk bisa mengeksplorasi karakter. Dibantu dengan acting coach dan proses development bersama, kami jadi bisa menampilkan sisi di luar Marapthon dan menjadi karakter baru yang belum pernah terlihat sebelumnya,” ujar George.

Share
Berita Lainnya