Harusnya Horror Tawarkan Komedi-Horor Absurd dengan Akhir Emosional
--
Sementara itu, produser Sridhar Jetty mengatakan Harusnya Horror mencoba merefleksikan situasi yang relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia saat ini, khususnya fenomena ketika hampir segala sesuatu dapat dijadikan konten.
“Meski genrenya komedi-horor, tetapi film ini punya makna yang relevan, tentang situasi creator economy. Saat semuanya dijadikan konten, film ini ingin memberikan refleksi dan satir dalam bentuk komedi. Semoga penonton juga terhibur dan bisa merasakan kedekatan emosional yang dibangun dari ceritanya,” kata Sridhar.
Film produksi Ess Jay Pictures ini diproduseri Sridhar Jetty, dengan Jimmy L. Lalwani sebagai ko-produser dan David S. Suwarto sebagai produser eksekutif.
Antusiasme penonton terhadap Harusnya Horror juga mulai terlihat dari penjualan tiket Advance Ticket Sales (ATS) yang dilaporkan habis di sejumlah kota, di antaranya Jakarta, Depok, Bekasi, Bali, Banjarmasin, Batam, Bogor, Jambi, Lampung, Palembang, Pekanbaru, Makassar, Samarinda, dan Pontianak.
BACA JUGA:4 Film Pendek Sutradara Indonesia Tembus Cannes 2026, Tayang Perdana di La Semaine de la Critique
Tak hanya menyasar penggemar Marapthon dan AAAClan, Harusnya Horror menawarkan cerita yang dapat dinikmati penonton film Indonesia secara umum. Di balik absurditas komedi-horornya, film ini membawa inti emosional tentang persahabatan, kehilangan, pengkhianatan, memaafkan, dan pengorbanan.
Harusnya Horror dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026.***
- Share
-