Jalur Laut Utara Mulai Menantang Suez, China hingga India Berebut Posisi di Arktik

Jalur Laut Utara Mulai Menantang Suez, China hingga India Berebut Posisi di Arktik

--

Jakarta, AktualNews-Peta perdagangan global mulai bergeser. Northern Sea Route (NSR) atau Jalur Laut Utara yang melintasi kawasan Arktik Rusia perlahan berubah dari proyek strategis menjadi koridor logistik yang mulai diperhitungkan dunia.

Daya tarik utamanya adalah jarak. Rute Asia Timur–Eropa melalui NSR dapat memangkas jarak sekitar 30–40 persen dibandingkan jalur tradisional melalui Terusan Suez. Konsekuensinya, waktu tempuh dan biaya logistik berpotensi ditekan.

BACA JUGA:Bakamla RI Selamatkan Kapal Kargo Mati Mesin di Tengah Cuaca Buruk di Selat Malaka

Volume kargo menjadi indikator perkembangan tersebut. Jika sekitar satu dekade lalu NSR hanya melayani sekitar 5 juta ton kargo per tahun, dalam beberapa tahun terakhir volumenya telah mencapai sekitar 37 juta ton.

Lalu lintas transit juga meningkat. Pada 2025, volume kargo transit menembus rekor 3,2 juta ton dan diproyeksikan terus tumbuh seiring masuknya NSR ke jaringan logistik internasional.


--

China menjadi salah satu pemain yang paling agresif menguji peluang tersebut. Pada 2025, pelayaran uji dari Ningbo menuju Rotterdam ditempuh sekitar 20 hari. Pada 2026, China mulai menjalankan layanan kontainer reguler menuju Eropa melalui jalur Arktik.

Rusia dan China bahkan menargetkan pengiriman kargo bilateral melalui NSR mencapai 20 juta ton pada 2030.

Bukan hanya China. Korea Selatan mulai memperkuat strategi Arktiknya dan mengincar Busan sebagai salah satu pusat logistik jalur tersebut. India juga menyiapkan pelayaran uji coba, sementara Vietnam memasukkan kerja sama pemanfaatan NSR dalam agenda maritim bersama Rusia hingga 2030.

Perkembangan itu menunjukkan NSR mulai bergerak dari sekadar proyek Rusia menjadi arena baru kepentingan ekonomi dan logistik internasional.


--

Rusia sendiri mendorong Trans-Arctic Transport Corridor, yang menghubungkan jalur laut Arktik dengan jaringan kereta api, jalan raya, dan jalur perairan domestik. Integrasi ini ditujukan untuk mempercepat pergerakan barang dari Asia ke Eropa sekaligus memperkuat posisi Rusia sebagai simpul transportasi Eurasia.

BACA JUGA:Kolusi dengan Syahbandar, Oknum Krimsus Polda Sultra Diduga Lakukan Pemerasan Terhadap Perusahaan Kargo

Namun, NSR bukan tanpa hambatan. Kondisi es membuat pelayaran membutuhkan kapal berkelas es, kapal pemecah es, sistem navigasi khusus, infrastruktur pelabuhan, serta standar keselamatan yang jauh lebih tinggi.

Share
Berita Lainnya