BEKASI MEMANAS: Ratusan PKL Kehilangan Nafkah, Jangan Tunggu Amuk Seperti Nepal
--
Bekasi, AktualNews -Jangan salahkan rakyat jika akhirnya murka. Dua pekan setelah razia arogan 22 Agustus di Plaza Patriot Chandrabaga, ratusan PKL kini dibiarkan menganggur tanpa kepastian. Perut kosong tidak bisa diajak kompromi!
Razia yang dipimpin langsung Walikota Tri Adhianto itu memang terlihat gagah di depan kamera. Satpol PP, Dishub, TNI/Polri dikerahkan. Trotoar dibersihkan. Tapi apa hasilnya hari ini, 5 September 2026? Ratusan keluarga kehilangan nafkah!
Lapak binaan yang dijanjikan? Omong kosong! Sampai hari ini tidak jelas wujudnya. Kawasan Kuliner Tertib yang digembar-gemborkan itu baru sebatas wacana di atas kertas, sementara PKL disuruh minggir dan barang dagangannya disita, bahkan diobrak-abrik pakai kaki!
BACA JUGA:Yang Kecewa Dengan Boto Dari Pati Mungkin Ingin Jakarta Berubah Jadi Nepal?
"Ini bukan penertiban, ini pembunuhan ekonomi secara perlahan!" tegas Suta Widhya, S.H., Sekjen Komunitas Pembela Konstitusi dan Kebenaran, Sabtu (5/9) pagi di Jakarta.
Suta mengingatkan, arogansi aparat yang terekam menendang dagangan PKL adalah bentuk penghinaan terhadap Sila ke-2 Pancasila. Negara hadir bukan untuk menindas rakyat kecil, tapi melindungi.
Belajar dari Nepal!
Kita semua melihat bagaimana Nepal meledak. Awalnya juga sepele: rakyat muak dengan kesewenangan, ketidakadilan, dan pemimpin yang tuli terhadap jeritan perut rakyat. Ketika kesabaran habis, amuk massa tidak bisa dibendung. Gedung dibakar, pejabat kabur!
Apakah Bekasi mau menunggu sampai itu terjadi?
Walikota Tri Adhianto harus paham: membersihkan trotoar itu gampang, tapi memberi makan ratusan keluarga yang digusur itu tanggung jawab! Jangan hanya bisa menggusur dengan gaya preman berseragam, tapi nol solusi!
PKL bukan kriminal. Mereka bukan koruptor triliunan yang merampok APBD. Mereka hanya ingin jualan untuk bertahan hidup. Kalau negara tidak hadir memberi solusi nyata, jangan salahkan jika mereka akhirnya melawan!
BACA JUGA:Kemlu RI Tegaskan Komitmen Lindungi WNI di Nepal di Tengah Krisis Politik
Pemkot Bekasi punya waktu 1x24 jam untuk menjawab: di mana lapak penggantinya? Kapan bisa ditempati? Gratis atau bayar? Jika tidak ada jawaban jelas, bersiaplah menghadapi gelombang kemarahan yang lebih besar.
Ingat: api kecil yang dibiarkan akan membakar seluruh kota!.***
- Share
-