Prancis Kian Diminati, Mahasiswa Indonesia Tempuh Studi dari Bisnis hingga Teknik
Mahasiswa Indonesia berasal dari berbagai Kota mengikuti seminar persiapan keberangkatan di IFI.--
Jakarta, AktualNews- Sebanyak 600 mahasiswa dari berbagai Kota di Indonesia yang akan melanjutkan studi ke Prancis mengikuti Seminar Persiapan Keberangkatan (SPK)yang diselenggarakan Kedutaan Besar Prancis melalui Institut français d'Indonésie (IFI) dan Campus France Indonesia pada Kamis, (18/06/2026) di Jakarta.
Seminar ini bertujuan membekali para mahasiswa dengan informasi terkait proses administrasi, adaptasi budaya, kehidupan kampus, hingga peluang karier selama dan setelah menempuh pendidikan di Prancis.
Kepala Divisi Kerja Sama Pendidikan dan Universitas Campus France Indonesia, Gemak Pratama, mengatakan peserta seminar tahun ini berasal dari berbagai jenjang pendidikan dan program akademik. Mereka terdiri atas mahasiswa jenjang sarjana (S1), magister (S2), doktor (S3), program pertukaran pelajar (exchange), double degree, hingga penerima beasiswa LPDP.
"Peserta yang hadir hari ini sekitar 600 mahasiswa. Mereka berasal dari berbagai program, mulai dari S1, S2, S3, exchange, double degree, hingga kandidat penerima beasiswa LPDP," ujarnya.
Para mahasiswa tersebut akan melanjutkan studi di sekitar 20 perguruan tinggi di berbagai wilayah Prancis, baik universitas negeri maupun swasta. Beberapa di antaranya diterima di Sorbonne Université, Université de Toulouse, serta sejumlah kampus di wilayah Normandia, Paris, dan Lyon.
Dari sisi bidang studi, program yang paling diminati mahasiswa Indonesia adalah manajemen dan bisnis, disusul bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) seperti teknik, ilmu komputer, fisika, dan kimia. Selain itu, terdapat pula mahasiswa yang mengambil program hukum, hubungan internasional, dan berbagai disiplin ilmu sosial lainnya.
Tak hanya program gelar akademik, seminar ini juga diikuti mahasiswa yang akan mengikuti program bahasa Prancis di Prancis. Sebagian peserta telah mempelajari bahasa Prancis di Indonesia dan akan melanjutkan pembelajaran secara langsung di negara tersebut.
Bidang kuliner dan pariwisata juga tetap menjadi pilihan meski jumlah pesertanya lebih terbatas. Setiap tahun, sekitar 10 hingga 20 pelajar Indonesia mengikuti program kuliner jangka pendek di Prancis dengan durasi antara tiga bulan hingga satu tahun.
Menurut Gemak, salah satu keunggulan pendidikan kuliner di Prancis adalah adanya kesempatan magang langsung di industri. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta dapat memperoleh pengalaman kerja di restoran maupun sektor kuliner profesional lainnya.
"Setelah mengikuti program pembelajaran, mereka biasanya mendapatkan kesempatan magang. Beberapa melanjutkan karier di Prancis, sementara yang lain kembali ke Indonesia dan mengembangkan usaha kuliner mereka sendiri," katanya.
BACA JUGA:Duet Mahasiswa Asy-Syukriyyah Dalam Stories By The Cisadane River
Seminar keberangkatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat mobilitas akademik antara Indonesia dan Prancis sekaligus mendukung implementasi berbagai program kerja sama pendidikan tinggi yang terus berkembang antara kedua negara.***
- Share
-