133 Titik Siap Amati Hilal Hari Ini, Penentuan Awal Ramadhan 1447 H Gabungkan Data Ilmiah dan Syar'i

133 Titik Siap Amati Hilal Hari Ini, Penentuan Awal Ramadhan 1447 H Gabungkan Data Ilmiah dan Syar'i

Ilustrasi/Pixabay--

Jakarta, AktualNews- Penentuan awal bulan Ramadhan 1447 Hijriah akan dilakukan melalui pemantauan hilal atau rukyatul hilal, yang digelar pada hari ini, Selasa 17 Februari 2026 di berbagai daerah penting di seluruh Indonesia.

Sebanyak seratus tiga puluh tiga titik pemantauan telah disiapkan oleh Kementerian Agama dan Badan Meteorologi, Klimatologi, serta Geofisika (BMKG). Sebanyak sembilan puluh enam titik akan dipantau oleh Kemenag, dan tiga puluh tujuh titik oleh BMKG.

Kolaborasi antara kedua lembaga ini bertujuan memastikan bahwa penetapan awal Ramadhan memenuhi standar baik dari sisi astronomis maupun syar'i. Hasil pemantauan nantinya akan menjadi bahan pembahasan dalam Sidang Isbat Awal Ramadhan 1447 H.

BACA JUGA:Jelang Ramadhan 1447 H, TTKKBI DPW II Kabupaten Tangerang Gelar Doa Bersama dan Liburkan Latihan

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Abu Rokhmad, dalam keterangan yang diterima RRI menyampaikan, "Sidang Isbat akan menyatukan hasil perhitungan hisab dengan pengamatan langsung hilal. Pemerintah berusaha agar penetapan awal Ramadhan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan semua pihak yang terkait."

Menurut perhitungan hisab, peristiwa ijtimak atau konjungsi menjelang Ramadhan 1447 H terjadi pada pukul sembilan lewat satu malam waktu Indonesia Barat hari ini.

BMKG telah menyiapkan tim terbaik beserta peralatan canggih untuk mengamati di tiga puluh tujuh titik yang tersebar di seluruh nusantara, seperti yang disampaikan melalui akun @infobmkg.

BMKG menjamin bahwa pengamatan akan dilakukan dengan menggunakan peralatan optik dan instrumen yang memadai, serta didukung oleh tenaga ahli kompeten di bidang falak. Dengan keterlibatan di tiga puluh tujuh titik tersebut, BMKG berkomitmen memberikan dukungan ilmiah dan teknis secara optimal agar penetapan awal Ramadhan berjalan akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Data Falakiyah mengenai hilal pada tanggal dua puluh sembilan Sya'ban 1447 H (bersamaan dengan Selasa Kliwon, 17 Februari 2026 M) menunjukkan bahwa hilal masih berada di bawah ufuk.

Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) juga menyatakan bahwa hilal muncul pada hari yang sama. Tinggi hilal mar’ie terbesar tercatat di Kota Sabang, Provinsi Aceh dengan angka minus satu derajat empat puluh satu menit.

BACA JUGA:Momen Ramadhan Suci, MSI Berbagai Kepada 100 Pasien TBC

"Tinggi hilal terkecil berada di Jayapura, Provinsi Papua dengan angka minus tiga derajat dua belas menit. Sedangkan di wilayah Jakarta, khususnya di markaz Gedung PBNU Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat (koordinat enam derajat sebelas menit dua puluh lima detik Lintang Selatan dan seratus enam derajat lima puluh menit lima puluh detik Bujur Timur) telah dihitung secara detail," demikian tertulis dalam keterangan resmi LF PBNU.***

Share
Berita Lainnya