Menuai Kepribadian Seseorang Dalam Tim Kerja
--
Jakarta, AktualNews -Sangatlah mudah menilai kepribadian seseorang dalam sebuah tim kerja. Apakah Anda pernah melihat seseorang yang tidak tahu menempatkan diri dalam organisasi?
Seseorang yang tidak tahu menempatkan diri dalam organisasi disebut sebagai "tidak memiliki kesadaran organisasi" atau "tidak memiliki sense of belonging". Namun, ada beberapa istilah yang lebih spesifik, seperti:
BACA JUGA:Makan di Sekolah, Antara Hak Konstitusional, Virtual Account, dan Portal yang Tertutup
1. Tidak memiliki etos kerja: Seseorang yang tidak memiliki etos kerja yang baik, tidak dapat bekerja sama dengan tim, dan tidak dapat menempatkan diri dalam organisasi.
2. Tidak memiliki kesadaran tim: Seseorang yang tidak dapat bekerja sama dengan tim, tidak dapat menerima kritik, dan tidak dapat menempatkan diri dalam tim.
3. Tidak memiliki profesionalisme: Seseorang yang tidak memiliki profesionalisme, tidak dapat menempatkan diri dalam organisasi, dan tidak dapat bekerja dengan baik.
Namun, istilah yang paling umum digunakan adalah "tidak memiliki kesadaran organisasi" atau "tidak memiliki sense of belonging".
Ia adalah anggota kuasa hukum namun perilaku seolah ia yang menjadi pimpinan dari Ketua Tim Kuasa Hukum.
Situasi seperti itu bisa membuat tim kuasa hukum lainnya merasa tidak nyaman dan tidak efektif. Seseorang yang merupakan anggota kuasa hukum namun berperilaku seperti pimpinan tim kuasa hukum dapat disebut sebagai "overstepping" atau "mengambil alih peran".
Dalam konteks ini, istilah yang lebih spesifik adalah "overstepping authority" yang berarti seseorang yang melebihi batas wewenang atau mengambil alih peran yang tidak seharusnya menjadi tanggung jawabnya.
Dalam bahasa Indonesia, istilah yang lebih umum digunakan adalah "mengambil alih peran" atau "menganggap diri sendiri sebagai pimpinan".
Menghadapi sikap orang yang suka mengambil alih peran dapat dilakukan dengan beberapa cara:
1. Tetap tenang dan profesional: Jangan biarkan emosi mengambil alih, tetaplah tenang dan profesional dalam menghadapi situasi.
2. Komunikasi efektif: Berbicara langsung dengan orang tersebut dan jelaskan bahwa kamu merasa peranmu diambil alih. Gunakan "aku" statement untuk mengungkapkan perasaanmu, seperti "Aku merasa tidak nyaman ketika..."
- Share
-