Makan di Sekolah, Antara Hak Konstitusional, Virtual Account, dan Portal yang Tertutup
Ilustrasi/Pixabay--
Audit akan menulis dan sejarah akan membaca
Anak-anak di sekolah-sekolah itu tidak perlu memahami istilah virtual account atau LHP BPK. Mereka hanya membutuhkan makanan bergizi yang datang tepat waktu agar mereka bisa belajar dengan kepala tegak, bukan perut kosong.
MBG adalah ujian bagi negara, itu bukan ujian niat baik, melainkan ujian tata kelola. Teknologi dan anggaran besar tidak akan berarti tanpa keterbukaan, kejelasan kewenangan, dan pengawasan publik yang sehat!
Masa depan tidak meminta kita memilih antara memberi makan atau mendidik. Masa depan menuntut kita mampu melakukan keduanya dengan cerdas, akuntabel, dan bertanggung jawab. Dan seperti biasa, catatan audit akan menjadi saksi apakah negara lulus, atau harus mengulang pelajaran yang sama.***
Oleh Iskandar Sitorus, Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW)
- Share
-