DPRD Bogor dan Forkopimcam Gelar Peninjauan Dapur MBG Dramaga - Ada Limbah yang Dibuang Ke Saluran air
--
Dramaga, AktualNews - Anggota DPRD Kabupaten Bogor Komisi IV, H. Wasto, S.Hut., bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Dramaga melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lima dapur dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Dramaga pada Kamis (15/1/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan program strategis pemerintah pusat tersebut berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), namun ditemukan masalah serius terkait pengelolaan limbah dan sanitasi.
BACA JUGA:Semangat Pahlawan Berkobar di Dramaga: Solidaritas dan Prestasi Warnai Peringatan ke-80
Program MBG yang bertujuan tingkatkan kualitas gizi peserta didik sekaligus tekankan angka stunting dan malnutrisi, dinilai memiliki dampak luas tidak hanya pada kesehatan dan pendidikan, tetapi juga ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja, pemberdayaan UMKM, serta keterlibatan petani dan pelaku usaha pangan daerah.
“Program ini sangat baik dan harus disukseskan. Dampaknya bukan hanya pada kesehatan anak, tetapi juga kualitas belajar dan kualitas sekolah,” tegas H. Wasto saat memberikan tanggapan usai meninjau lokasi.
Dari hasil pantauan lapangan, sebagian dapur dinilai telah beroperasi sesuai SOP. Namun, terdapat temuan yang menjadi catatan serius. “Masih ada dapur yang membuang limbah langsung ke saluran air. Ini harus segera diperbaiki karena bisa membahayakan kesehatan masyarakat sekitar dan tujuan utama program ini,” ujarnya dengan tegas.
Selain masalah limbah, Wasto juga menanggapi keluhan masyarakat terkait menu MBG yang dinilai belum sesuai standar harga dan kandungan gizi. Ia menekankan pentingnya kepatuhan pengelola terhadap ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Camat Dramaga Atep S. Sumaryo, S.H., M.M., menyampaikan bahwa peninjauan ini merupakan bagian dari evaluasi bersama pemerintah kecamatan dan Forkopimcam. “Hasil peninjauan menunjukkan masih ada dapur yang perlu pembenahan, khususnya pada sarana prasarana dan standar kebersihan,” jelasnya.
Tim gabungan yang terdiri dari DPRD, Camat, Kapolsek, Koramil, dan perwakilan PGRI semestinya meninjau 11 dapur MBG, namun baru dapat mengunjungi lima lokasi yakni Dapur Pondok Cendikia, Dapur Dharma Pembangunan, Dapur KTS I, Dapur KTS II, dan Dapur Neglasari I. Selain itu, pemerintah kecamatan juga mengkhawatirkan dapur MBG yang belum beroperasi meskipun telah dinyatakan siap, dengan hasil peninjauan akan dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk percepatan operasional.
Di sisi lain, Yati Aulia, pemilik Dapur SPPG Dramaga 2 yang melayani 2.910 penerima manfaat (termasuk siswa, guru, tenaga kependidikan, dan warga lainnya), mengapresiasi kunjungan tersebut. “Alhamdulillah, kami merasa diperhatikan dan didukung,” ujarnya.
Ia mengakui tantangan utama berada pada pengadaan bahan baku, khususnya susu yang harga dan ketersediaannya tidak stabil saat hari libur. Untuk siswa yang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL), MBG disalurkan dalam bentuk menu kering sesuai permintaan sekolah, sementara tiga posyandu di sekitar lokasi juga mendapatkan pasokan MBG untuk mendukung pemenuhan gizi balita dan ibu.
BACA JUGA:Dapur MBG Dramaga II Resmi Diluncurkan: Simbol Harapan Baru untuk Generasi Sehat
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara semua pihak terkait, sehingga Program MBG di Kecamatan Dramaga dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.***
- Share
-