Panggil Terduga Hanya Dengan Telpon atau Datang Atas Inisiatif Sendiri?
Ilustrasi/Pixabay--
Jakarta, AktualNews- Kasus dugaan pemalsuan tandatangan atas nama Siti Siska Lestari binti Nasir berjalan lambat. Laporan yang dilakukan oleh Siska didampingi oleh kuasa hukumnya dari Kantor Hukum Suta Widhya, S.H. dan rekan menyisakan berbagai catatan penting sebagai berikut:
Pertama, HIP bin AP mengakui bahwa dirinya diundang untuk hadir memberikan keterangan ke Penyidik pada 8 Desember 2025 berdasarkan undangan telepon. Bukan undangan tertulis. Hal itu diakui HIP pada Selasa (16/12/2025) di ruang RS Welas Asih, Bandung tempat ia bekerja.
BACA JUGA:Kapan Tersangka Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Siti Siska Lestari Terkuak?
Kedua, anggota kuasa hukum sdri. Maemunah Yuliana Mahmud merasa tidak pernah memberikan nomor telpon HIP saat membuat laporan pada Rabu(12/11/2025) saat mendampingi Siska waktu dimintai keterangan.
Ketiga, pada Kamis (18/12/2025) baru diketahui bahwa sejak 18 Nopember 2025 sudah ada SP2HP lewat keterangan telpon dengan Kanit PPA. Dan dijanjikan akan dikirim fisik surat segera. Tapi, nyatanya hingga tulisan dibuat tidak ada kiriman surat.
Keempat, SP2HP lanjutan terbit pada 19/12/2025 dan pdf dikirim ke kuasa hukum pada 20/12/2025.Tapi, ternyata fisik surat tidak dikirim ke kantor hukum Suta Widhya. Padahal, Pengadilan agama, dikirim email pun membalas tidak lama setelah kami kirim email pada 18/12/2025 dan Surat resmi pun dikirim pula ke Kantor, Jl. Cideng Barat Dalam 4A, Jakarta Pusat.
Kelima, dalam SP2HP berisi keterangan akan memanggil staf KUA Surade sdri. Onxxx tanggal 30/12/2025 dan staf Pengadilan Agama Cibadak, Sukabumb untuk tanggal 31/12/2025. Dimana yang terakhir ternyata libur kerja.
Keenam, penyidik mengatakan bahwa akan memanggil AP ayah dari HIP jadwal Jumat (16/1/2026). Bukti SP2HP yang ketiga ini dijanjikan akan dikirim Kamis (15/1) sore dalam bentuk pdf. Tapi, tidak terbukti.
BACA JUGA:Suta Widhya: Tanda Tangan Palsu Berbuah Laporan Polisi di Polres Sukabumi
Kesimpulan sementara: Aparat kepolisian Polres Sukabumi terlalu banyak beban kerja? Surat menyurat sudah ditinggalkan atau lambat dikirim karena cukup pdf via whatsapp bisa sebagai pengganti.***
- Share
-