Bhakti Lintas Agama 2026 di MAN 1 Kota Bogor: "Perbedaan adalah Anugerah" – Kerukunan Bogor Cermin Indonesia
--
Bogor ,AktualNews– Ribuan hati bersatu dalam semangat persatuan! Lebih dari 300 peserta dari berbagai agama dan elemen masyarakat berkumpul di halaman MAN 1 Kota Bogor (Jalan Terapi Raya No. 11A, Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat) pada Senin pagi (12/1), menghidupkan kembali makna toleransi melalui Bhakti Lintas Agama 2026 yang mengusung tema "Merekatkan Bangsa dari Bogor untuk Indonesia". Kegiatan ini menjadi bagian spesial peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI, dengan aksi nyata yang membuktikan kerukunan bukan sekadar slogan.
Suasana meriah menyambut kedatangan tamu kehormatan, antara lain Brigjen TNI Thomas Rajunio (Danrem 061/Suryakancana), Marsma TNI F. Picaulima (Danlanud ATS), Kolonel Kav Gan Gan Rusgandara (Dandim 0606/Kota Bogor), dan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim. Hadir pula Habib Lutfi Bin Yahya beserta para pemuka agama dari Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Khonghucu – bukti nyata komitmen bersama dalam keberagaman.
BACA JUGA:Sekda Junaedi Ajak Warga Pematangsiantar Rawat Keberagaman Lewat Dialog Kerukunan
Acara diawali dengan penyambutan budaya Barongsai yang penuh semangat, diikuti peninjauan taman serta bazar UMKM yang menampilkan produk khas daerah. Penampilan seni seperti hadrah, angklung, dan tari Bali menjadi simbol keharmonisan budaya yang menyatu dalam bingkai persaudaraan lintas iman.
Sebagai Ketua Pelaksana, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bogor H. Dede Supriatna, S.Ag., M.Pd.I, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya acara tahunan, melainkan wujud komitmen nyata untuk menjaga ikatan persatuan.
"Melalui Bhakti Lintas Agama ini, kami ingin tegaskan – perbedaan adalah anugerah. Dari sana lahir kekuatan persatuan, kepedulian, dan gotong royong. Bogor kami jadikan contoh bahwa kerukunan harus diwujudkan dalam aksi nyata, bukan hanya diucapkan," tegasnya dengan suara penuh semangat.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi wadah edukasi untuk menumbuhkan sikap saling menghormati, terutama di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengakui bahwa kehidupan masyarakat Bogor yang majemuk menjadi dasar kuat dalam membangun harmoni. Menurutnya, perbedaan keyakinan tidak boleh jadi sekat, melainkan kekuatan untuk bersatu dalam kemanusiaan.
"Kepedulian sosial adalah bahasa universal yang menyatukan kita semua – tanpa pandang agama atau budaya. Momentum ini harus terus memupuk semangat toleransi dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan," ucapnya saat membuka rangkaian kegiatan sosial.
Inti dari Bhakti Lintas Agama adalah aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Rangkaian kegiatan meliputi apel solidaritas lintas agama, doa bersama yang penuh makna, ceramah kebangsaan, bakti sosial, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, aksi bersih rumah ibadah dari berbagai agama, pentas budaya, dan bazar UMKM yang mendukung ekonomi lokal.
Dalam tausiah kebangsaan, Habib Luthfi bin Yahya menekankan bahwa cinta tanah air adalah bagian dari nilai keimanan. "Menjaga persatuan adalah tanggung jawab kita semua. Indonesia berdiri kokoh karena persatuan dan saling menghormati – perbedaan tidak boleh jadi alasan untuk memecah belah," pesannya yang penuh makna.
BACA JUGA:Kantor FKUB Diharap dapat Jaga Kerukunan Umat Beragama
- Share
-