Dugaan Pungli Kader Posyandu Pabuaran, Cuma Candaan Soal Uang Bensin, Uang Sudah Dikembalikan
--
Kemang, AktualNews - Viral dugaan pungli terhadap kader posyandu Desa Pabuaran, Safar, ternyata berasal dari kesalahpahaman akibat candaan dengan keluarga pasien yang anaknya sakit campak dan dirawat di rumah sakit AURI.
Kisahnya dimulai ketika pasien menghubungi Safar saat dia berada di puskesmas, meminta bantuan untuk mendapatkan vitamin A yang diresepkan rumah sakit. Setelah memastikan puskesmas kehabisan stok, Safar mencari obat ke teman kader RW 03 yang masih menyimpan sisa vitamin A dari distribusi bidan.
BACA JUGA:Gerebek Posyandu Posyandu Sedap Malam: Langkah Cerdas Desa Karang Tengah Lawan Stunting
"Saya tidak pernah menawarkan obat dengan harga," tegas Safar. Ia menjelaskan, keluarga pasien—yang juga teman dekat—menawarkan uang untuk mengganti bensin karena motornya mogok saat akan mengantar obat. "Itu hanya candaan, dan uang sudah saya kembalikan. Saya juga sudah meminta maaf langsung di rumah sakit karena candaan yang tidak sengaja viral," tambahnya.
Kepala Desa Pabuaran, Ayoh Yohana, mengaku baru mengetahui berita ini dan menegaskan komitmen untuk menindak tegas jika ada praktik perdagangan obat. "Kami rutin memberikan penyuluhan kepada kader untuk membantu masyarakat dengan ikhlas. Ini hanya kesalahpahaman akibat hubungan akrab antara kader dan keluarga," katanya, sekaligus meminta maaf atas kesalahpahaman yang menyebar hingga ke dinas kesehatan.
dr. Farah Pratiwi, Kepala Puskesmas Kemang, menjelaskan vitamin A adalah program kesehatan nasional yang didistribusikan rutin setiap Februari dan Agustus untuk balita dan ibu nifas. "Stok di puskesmas terbatas, sisa yang dimiliki kader berasal dari distribusi bidan. Arahan Bupati Bogor jelas melarang perdagangan vitamin A, dan kami akan memastikan pelaksanaan sesuai SOP," tegasnya.***
- Share
-