Mushollah Jannatun Na'im: Mengaji Sedari Kecil

Mushollah Jannatun Na'im: Mengaji Sedari Kecil

--

Jakarta, AktualNews -Mengaji sedari kecil laksana melukis di atas batu, namun mengaji setelah tua ibarat melukis di atas air. Pesan ini dirasakan benar oleh anak-anak di RT. 6/RW.16 Palmerah, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.

Zefantius Waruwu merupakan salah satu murid ngaji dari Ustadz Deni. Sudah separuh Alquran dilaluinya. Remaja berbakat ini memberi pesan agar adik-adik yang mengaji tidak bising dan bercanda saja.

"Namun dunia anak-anak memang dunia bermain. Kita orang dewasa tidak perlu melarang. Karena apa? Kalau mereka dilarang, maka mesjid dan mushollah akan sepi tanpa terdengar lagi suara anak-anak," komentar Suta Widhya, salah seorang calon Ketua RW 16.

BACA JUGA: Perjalanan Menyusuri Rimba dari Timur ke Barat, Menggali Cerita Masyarakat Adat Menjaga Alam untuk Masa Depan

Setiap sore terdengar suara anak-anak kecil mengaji juz-ama hingga Alquran. Selain Ustadz Deni, ada juga Oom Mus, Ustadz Ridho, Ustadz Aldi, dan Ustadz Tengku. Mereka bergantian mengajar mengaji bagi anak-anak dari RT 1 sampai dengan RT 7.

Wilayah RW 16 adalah salah satu RW terpadat di Kelurahan Palmerah, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Sekitar 3.000 jiwa penduduk ada di sana, tua dan muda. Wilayah ini terdiri dari 12 Rukun Tetangga.

BACA JUGA:Anik Ina Una: Sejak 1992 Perjalanan Yogyakarta - Jakarta Saya Tempuh Dengan Motor Saja

Anak-anak kecil yang meramaikan mushollah dan mesjid membuat siapa pun yang mendengar akan merasa senang. Mereka adalah generasi penerus yang akan mengisi keberlanjutan dari suatu bangsa.***

 

 

 

 

Sumber: