Yang Kecewa Dengan Boto Dari Pati Mungkin Ingin Jakarta Berubah Jadi Nepal?

Jumat 04-09-2026,12:26 WIB
Reporter : Hans SW
Editor : Admin

Jakarta, AktualNews -Kekecewaan 27 Agustus 2026 tidak seheroik di Nepal mungkin dirasakan oleh para pendemo pada Kamis (27/8) di gedung DPR? Meski demikian ada korban pedagang kecil yang tewas dan ratusan diduga pelaku kerusuhan ditangkap satuan polisi Polda Metrojaya.

Demo di depan DPR yang "dimeriahkan" oleh Boto dkk dari Pati, Jawa Tengah tidak sedahsyat kejadian yang dilakukan oleh "Gen Z Protest Nepal 2025"

Di Nepal bener-bener kasus "rakyat marah dan menyerbu pusat kekuasaan" mirip konsep "desa kepung kota" tapi versi nasional. Sedang di Jakarta baru versi seorang Boto yang geram dengan lamanya pembahasan RUU Perampasan Asset.

BACA JUGA:Politik Uang Adalah Kanker Demokrasi, Kudu Dihapus Segera: Terapkan Sistem Pembelenggu Moral Koruptor ?

Apa yang terjadi di Nepal September 2025

1. Pemicu: "Larangan Media Sosial"

Pemerintah Nepal di bawah PM KP Sharma Oli tiba-tiba memblokir 26 platform medsos: Facebook, Instagram, X, YouTube, dll.

Alasannya: "harus daftar & punya kantor di Nepal".

Gen Z + mahasiswa langsung turun ke jalan. Buat mereka ini = "membungkam suara rakyat".

2. Eskalasi: "Nepal Kepung Singha Durbar"

- Tanggal: 8-9 September 2025

- Lokasi: Kathmandu. Ribuan Gen Z, mahasiswa, dan rakyat biasa mengepung Singha Durbar = Istana/Kantor pemerintahan pusat Nepal

- Aksi: Awalnya damai → bentrok → pembakaran gedung parlemen, kantor partai, rumah menteri

- Tuntutan: Turunkan rezim, anti korupsi, anti nepotisme, buka blokir medsos

 

Tags :
Kategori :

Terkait