Mereka tidak meminta kemewahan. Mereka hanya ingin hidup normal. Bisa bernapas tanpa asap. Bisa mandi tanpa air asin. Bisa minum tanpa harus berebut.
Apakah itu terlalu mahal untuk rakyat? Pontianak hari ini seperti sedang diuji dari segala arah
Langit mengirim asap. Laut mengirim asin. Pasar mengirim kenaikan harga. Rakyat? Rakyat hanya mengirim doa.
Sebab ketika udara sudah sulit dihirup dan air sudah sulit didapat, ternyata yang paling murah di negeri ini memang cuma satu, kesabaran rakyat.***