Konsolidasi 130 Calon SPPI di Karanganyar, KDKMP Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Senin 24-08-2026,04:16 WIB
Reporter : Dawam
Editor : Admin

Karanganyar, AktualNews– Dawam | Semangat membangun ekonomi berbasis desa mengemuka dalam pertemuan calon SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Kabupaten Karanganyar yang digelar di RM Omah Joglo Karanganyar, Sabtu (22/8/2026).

Lebih dari 130 calon SPPI hadir dalam kegiatan gathering dan konsolidasi yang mempertemukan mereka dengan sejumlah pengurus KDKMP serta jajaran DPD Perkopdesi Kabupaten Karanganyar.

BACA JUGA:Bupati Karanganyar Sambut Kajari Baru, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum untuk Pelayanan Publik yang Lebih Baik

Pertemuan tersebut menjadi ruang awal untuk menyamakan persepsi mengenai pola kerja, komunikasi, pembagian fungsi, sekaligus membangun kesiapan menghadapi tahapan operasional KDKMP di masing-masing desa.

Forum ini difasilitasi DPD Perkopdesi Kabupaten Karanganyar sebagai wadah komunikasi antara calon SPPI dan pengurus koperasi. Momentum tersebut dinilai penting karena keberhasilan KDKMP tidak hanya bergantung pada terbentuknya kelembagaan, tetapi juga pada kemampuan seluruh unsur di dalamnya membangun kerja sama yang sehat.


--

Yonatan: Jangan Sampai Koperasi Hanya Berdiri, Tetapi Tidak Hidup

Ketua DPD Perkopdesi Kabupaten Karanganyar Yonatan Liliek Prihartanto, S.E., S.Kom., M.M., dalam pemaparannya mengingatkan bahwa tantangan KDKMP ke depan bukan lagi sekadar membentuk koperasi.

Menurutnya, pekerjaan yang jauh lebih penting adalah memastikan koperasi memiliki aktivitas usaha, anggota aktif, transaksi, tata kelola profesional dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jangan sampai koperasi hanya memiliki badan hukum, kantor, papan nama dan rekening, tetapi tidak memiliki anggota aktif, transaksi dan usaha yang sehat. Koperasi harus benar-benar hidup dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Yonatan.

Ia mengatakan, KDKMP harus dibangun berdasarkan potensi serta kebutuhan ekonomi masing-masing desa. Karena itu, calon SPPI maupun pengurus perlu memahami karakteristik wilayah sebelum menentukan jenis usaha yang akan dikembangkan.

“Jangan berpikir karena ada modal kemudian kita membuat usaha. Yang harus dilakukan adalah melihat kebutuhan pasar, menghitung kelayakan, menyiapkan SDM dan sistem, kemudian menentukan kebutuhan modal,” jelasnya.

Pengurus dan SPPI Diminta Tidak Terjebak Ego Kewenangan

Salah satu pokok pembahasan dalam gathering tersebut adalah pentingnya kejelasan fungsi antara pengurus, pengawas, pengelola dan SPPI.

Yonatan menilai perbedaan fungsi tidak boleh berkembang menjadi persoalan kewenangan.

Tags :
Kategori :

Terkait