Karanganyar,AktualNews -- 12 Agustus 2026 Memasuki sewindu usianya, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Karanganyar berhasil membuktikan taji kinerjanya dengan meraih Peringkat Kedua Kampung Pengawasan tingkat nasional. Penilaian kinerja tersebut dilakukan pada 514 badan pengawas tingkat kabupaten/kota se-Indonesia.
--
Hal itu merupakan bukti komitmen untuk terus membangun penguatan demokrasi dan pengawasan partisipatif berbasis masyarakat tingkat desa. Ketua Bawaslu Kabupaten Karanganyar, Nuning Ritwanita Priliastuti menjelaskan, saat ini telah terbentuk 31 Kampung Pengawasan, yang terdiri atas 12 Desa Pengawasan Pemilu dan 19 Desa Anti Politik Uang yang berada di Bumi Intanpari.
“Meski di masa post electoral, kami tidak hanya berada di balik meja. Kami terus melakukan sambang desa dan konsolidasi di semua tingkatan. Harapannya jumlah Kampung Pengawas terus bertambah hingga akhir tahun. Setidaknya menjadi dua kali lipat dari yang sekarang,” terang Nuning, dalam jumpa pers Hari Ulang Tahun Bawaslu Kabupaten/ Kota se-Indonesia Ke-8, di Sekretariat Bawaslu, setempat.
Masih dari pentas nasional, Bawaslu Karanganyar meraih Peringkat I Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) bagi satuan kerja baru Bawaslu se-Indonesia. Hal ini juga didukung Predikat Mutu A pada Layanan Publik dengan Indeks Kepuasan Masyarakat 3,64 / 4,00 (setara 91,00) pada Semester I 2026. Bawaslu Karanganyar juga masuk dalam 10 besar Poster Terbaik Kehumasan Tingkat Provinsi pada Semester I Tahun 2026 . Capaian tersebut menjadi bentuk komitmen mewujudkan pengelolaan organisasi yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
“Secara visual, angka 8 membentuk garis tak terputus atau infinity. Hakikatnya sewindu usia Bawaslu Karanganyar tidak pernah berhenti melakukan kerja pengawasan dan penguatan demokrasi. Kami bergerak aktif melindungi hak sipil warga negara,” jelasnya, didampingi seluruh Pimpinan Bawaslu Kabupaten Karanganyar.
Di antaranya dengan membuka posko aduan untuk warga yang belum tercatat dalam data pemilih berkelanjutan. Layanan aduan juga disediakan bagi warga yang dicatut namanya sebagai anggota partai politik.
Tak berpuas diri, Bawaslu terus memperkuat kapasitas jajaran pengawas untuk menjawab tantangan Pemilu 2029. Salah satunya program Bawaslu Membelajarkan Volume II, yang siap meluncur September mendatang.
“Ini ikhtiar menciptakan ekosistem pembelajaran yang tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga membangun budaya belajar di lingkungan Bawaslu. Kalau pada Volume I di akhir 2025, pemateri hanya melibatkan Bawaslu tingkat provinsi. Kini pemateri juga berasal dari 514 kabupaten/ kota.”
Materi disusun komprehensif dengan 10 klaster utama dan 30 topik pembelajaran. Karanganyar berfokus pada materi netralitas aparatur sipil negara (ASN) dan perangkat desa, penyalahgunaan jabatan, serta penerapan sanksinya.
--
Penguatan kapasitas juga diasah melalui program penulisan buku Penanganan Pelanggaran Jilid II. Para kontributor berasal dari jajaran pengawas di tingkat kabupaten, maupun pengawas di badan ad hoc pada Pemilu 2024 lalu. Targetnya, buku diluncurkan pada Desember tahun ini.
Diseminasi pengetahuan kepemiliuan juga dilakukan melalui Kelas Penegakan Hukum Pemilu, Kelas Penyelesaian Sengketa, serta Nyemplung Pawiyatan di SMP dan SMA/K. Selain itu, hingga saat ini tercatat telah menjalin 42 kerja sama dengan berbagai lembaga strategis.
Melengkapi perayaan HUT, Bawaslu Karanganyar menggelar layanan Cek Kesehatan Gratis untuk masyarakat umum. Kegiatan yang dikuti sekitar 200 peserta itu bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar.