Jakarta, AktualNews– Persatuan Keluarga Besar Purnawirawan Polri (PP Polri) Daerah Metro Jaya menggelar acara Penyematan Tanda Penghargaan Pengabdian kepada para purnawirawan Polri di Jakarta, Selasa (15/7/2026). Kegiatan yang mengusung tema "Purna Bhakti Bukan Akhir Pengabdian" ini menjadi momentum penghormatan kepada para purnawirawan yang dinilai tetap konsisten mengabdikan diri kepada organisasi, masyarakat, serta menjaga nama baik Korps Bhayangkara meski telah memasuki masa purnatugas.
Acara dihadiri oleh Ketua PP Polri Daerah Metro Jaya Irjen Pol. (Purn.) Drs. Mudji Waluyo, S.H., M.M., mantan Kapolri periode 2010–2013 Jenderal Polisi (Purn.) Timur Pradopo selaku Koordinator Dewan Penasehat sekaligus Pembina PP Polri Daerah Metro Jaya, serta jajaran perwakilan dari Polda Metro Jaya.
Dalam sambutannya, Mudji Waluyo menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi dan loyalitas para purnawirawan yang tetap memberikan tenaga, pikiran, pengalaman, serta kebijaksanaan bagi organisasi.
Ia menjelaskan bahwa pemberian penghargaan memiliki sejumlah tujuan strategis, yakni sebagai bentuk penghormatan organisasi kepada anggotanya, membangun budaya apresiasi, memotivasi anggota agar terus aktif berkarya, menjaga disiplin dan loyalitas, serta memperkuat soliditas PP Polri sebagai rumah besar bagi seluruh purnawirawan Polri.
"Jadikan penghargaan ini sebagai amanah, bukan kebanggaan yang membuat kita berpuas diri. Penghargaan adalah motivasi untuk terus berkarya dan mengabdi kepada masyarakat," tegas Mudji Waluyo.
Ia juga mengajak seluruh keluarga besar PP Polri untuk menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga secara teratur, menjaga pola makan, mengendalikan stres, memperbanyak silaturahmi, serta mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Menurutnya, kesehatan merupakan modal utama agar para purnawirawan tetap mampu berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Usia boleh bertambah, tetapi semangat jangan pernah menua. Masa purna tugas bukan masa menunggu waktu, melainkan masa terbaik untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Dewan Penasehat PP Polri Daerah Metro Jaya, Jenderal Polisi (Purn.) Timur Pradopo, menyampaikan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan pengingat bahwa pengabdian seorang Bhayangkara tidak pernah berhenti meskipun masa dinas telah usai.
Menurutnya, seorang Bhayangkara tetap memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan, menjaga kehormatan institusi Polri, aktif dalam kegiatan organisasi, serta peduli terhadap sesama purnawirawan.
Ia menegaskan bahwa motto PP Polri, "Sekali Bhayangkara, Tetap Bhayangkara. Sekali Berjuang, Terus Berjuang," bukan sekadar slogan, melainkan filosofi hidup yang harus terus dijaga oleh seluruh anggota.
"Yang berakhir hanyalah tugas kedinasan. Namun pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara tetap berlangsung sepanjang hayat," kata Timur Pradopo.
Dalam kesempatan tersebut, Timur Pradopo juga memberikan apresiasi kepada PP Polri Daerah Metro Jaya yang selama ini konsisten menjalankan berbagai kegiatan sosial, termasuk pelayanan pengurusan jenazah bagi anggota dan keluarganya.
Menurutnya, pelayanan tersebut merupakan wujud nyata nilai kemanusiaan, kepedulian, dan persaudaraan yang patut dipertahankan serta diwariskan kepada generasi pengurus berikutnya sebagai identitas organisasi.