Jakarta, AktualNews- Lebih dari 100 peserta mengikuti Solidarity Event for the Children of Iran,Russia yang digelar Russian House in Indonesia di Jakarta, Rabu (1/7). Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan bagi anak-anak yang menjadi korban tragedi di Minab, Iran, dan Starobelsk, Rusia, sekaligus menyampaikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.
Duta Besar Rusia, Sergei Gennadievich Tolchenov--
Acara tersebut dihadiri Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia , Duta Besar Republik Islam Iran untuk Republik Indonesia , Direktur Russian House in Indonesia , serta perwakilan dari Kementerian Pertahanan, Kementerian Hukum, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Hadir pula mahasiswa, akademisi, organisasi kepemudaan, dan masyarakat umum.
BACA JUGA:IRD Perkuat Kerja Sama Sains dengan Indonesia di Usia 50 Tahun Kehadirannya
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai aksi simbolis sebagai bentuk penghormatan kepada para korban. Mereka menghias lentera yang kemudian ditempatkan di area memorial, menuliskan pesan belasungkawa dan dukungan pada kartu pos yang akan dikirimkan kepada keluarga korban di Starobelsk, serta menghias balon berbentuk burung merpati putih sebagai simbol perdamaian dan harapan.
Di area acara juga dipamerkan dokumentasi mengenai tragedi di Iran dan Rusia beserta foto-foto para korban. Sebuah instalasi memorial berupa 189 burung merpati putih dipajang di atas panggung untuk merepresentasikan anak-anak yang kehilangan nyawa dalam kedua peristiwa tersebut, disertai tulisan "All Eyes on Starobelsk" dan "Minab 168".
Direktur Russian House in Indonesia, Nikita Shilikov, mengatakan kehadiran generasi muda dalam kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa para korban adalah anak-anak yang memiliki impian dan masa depan seperti peserta yang hadir.
"Saya melihat banyak anak muda di aula hari ini. Anak-anak yang terbunuh di Rusia seusia Anda. Mereka punya impian. Mereka punya masa depan. Tapi mereka tidak diberi kesempatan untuk tumbuh dewasa," ujarnya.
Sementara itu, Duta Besar Rusia Sergey Tolchenov mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, inisiatif acara lahir dari masyarakat Indonesia sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban.
Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap pesan-pesan yang ditulis peserta dapat menjadi dukungan moral bagi keluarga korban sekaligus mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap anak-anak dalam setiap situasi konflik.
Latar belakang
Pada 28 Februari 2026, sebuah sekolah dasar di Minab, Iran, menjadi sasaran serangan saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Peristiwa tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 168 anak dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban serta masyarakat setempat.
BACA JUGA:Situasi Global Memanas! Iran Tawarkan Hadiah Rp18,5 Miliar untuk Kepala Trump
Sementara itu, pada 22 Mei 2026, serangan yang disebut sebagai aksi teror menghantam Sekolah Vokasi Starobelsk di Universitas Pedagogis Negeri Lugansk, Rusia. Insiden itu merenggut nyawa 21 anak dan menyebabkan banyak korban luka. Tragedi tersebut kemudian mendorong berbagai aksi penghormatan dan solidaritas, termasuk kegiatan yang diselenggarakan Russian House in Indonesia di Jakarta.***