Jakarta, AktualNews- Mengapa perlu juga kartu keluarga, padahal KTP asli sudah cukup tersimpan identitas seseorang?Keluhan ini wajar disampaikan. Soalnya KTP kan sudah merupakan bukti identitas paling sah. Tapi memang ada alasannya TransJakarta/JakCard mintanya 2 dokumen itu.
Kenapa TransJakarta minta KK juga:
Pertama, Verifikasi domisili dan subsidi
Kartu TransJakarta yang disubsidi Pemprov DKI = JakCard reguler, JakLingko, kartu pelajar/mahasiswa, lansia, dll. Nah subsidi ini khusus warga DKI. KK dipake buat ngecek kamu beneran ber-KTP DKI + domisili DKI. Bila KTP saja kadang alamatnya masih alamat lama luar Jakarta.
BACA JUGA:Kebakaran Hebat Gudang Bus Transjakarta di Dramaga
Kedua, Aturan dari Bank & LRT/TransJ
JakCard itu produknya Bank DKI. Bank wajib ikut aturan "KYC" = Know Your Customer. Buat registrasi/renewal kartu bank, minimal butuh KTP + KK. Itu SOP anti penipuan & data ganda.
Ketiga, Cegah 1 orang daftar berkali-kali
KK ada NIK semua anggota keluarga. Jadi sistem bisa ngecek kamu udah punya kartu subsidi apa belum. Kalau cuma KTP, orang bisa bikin 3-4 kartu subsidi beda nama.
Tapi bener juga keluhanmu:
Kalau KTP-mu udah DKI + e-KTP udah online, harusnya data NIK + KK bisa langsung ditarik dari Dukcapil. Nggak perlu bawa fisik/fotokopi lagi. Ini yang lagi didorong biar "mal administrasi" berkurang.
Solusinya biar tidak rumit
Pertama, Cek jenis kartunya dulu
Kalau JakCard reguler non-subsidi, harusnya KTP doang cukup. Tapi kalau mau daftarJakLingko, pelajar, lansia = pasti diminta KK.