Pekan Francophonie 2026 di Indonesia: Lebih dari 100 Acara Rayakan Keragaman Budaya Global

Kamis 23-04-2026,06:18 WIB
Reporter : Yuliana
Editor : Admin

Jakarta, AktualNews- Pekan Francophonie 2026 digelar serentak di sembilan kota di Indonesia pada 20–24 April 2026, menghadirkan lebih dari 100 acara yang menampilkan kekayaan budaya negara-negara berbahasa Prancis.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh kedutaan besar negara anggota, mitra, dan pengamat Organisation Internationale de la Francophonie (OIF) yang berbasis di Jakarta, bekerja sama dengan Institut français d’Indonésie (IFI), Alliance Française (AF), serta berbagai mitra lokal.

Francophonie sendiri merupakan komunitas global yang terdiri dari 93 negara dan pemerintahan yang berkomitmen pada keragaman budaya, pendidikan, perdamaian, dan kerja sama internasional. Bahasa Prancis kini digunakan oleh hampir 400 juta orang di lima benua, menjadikannya salah satu bahasa paling berpengaruh di dunia, baik dalam pendidikan, perdagangan, maupun ruang digital.

BACA JUGA:Indonesia–Prancis Luncurkan FORTRIZ di IPB, Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Di Indonesia, minat terhadap bahasa Prancis terus berkembang. Setiap tahun, lebih dari 60.000 pelajar mempelajari bahasa ini melalui berbagai institusi pendidikan dan kebudayaan, termasuk program studi di sejumlah universitas ternama.

Tahun ini, Pekan Francophonie memiliki makna khusus karena dimulai pada 20 /04  menandai 200 hari menuju KTT Francophonie 2026 di Kamboja. Momentum ini juga menegaskan peran Asia Tenggara dalam dinamika Francophonie global.

Beragam kegiatan digelar di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Semarang, Medan, Bali, dan Makassar, mulai dari konser, pemutaran film, pameran, hingga lokakarya dan diskusi publik.

Salah satu acara unggulan adalah pertunjukan musik “Avec le Temps” oleh dua seniman Tunisia, Dorsaf Hamdani dan Zied Zouari, yang tampil di Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya. Pertunjukan ini memadukan lagu klasik Prancis dengan nuansa Arab dan Mediterania, mencerminkan semangat dialog lintas budaya.

Pekan Francophonie 2026 juga bertepatan dengan peringatan Hari Kartini pada 21 April. Sejumlah kegiatan mengangkat tema kesetaraan dan inklusi, termasuk lokakarya penulisan “Kartini Masa Kini” serta diskusi kesehatan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

BACA JUGA:Novel Prancis Terpilih Siap Hadir dalam Terjemahan Indonesia Lewat Program “AYO BACA!”

Selain itu, agenda dialog antara mahasiswa Indonesia dan para duta besar negara Francophone di Universitas Negeri Jakarta menjadi ruang interaksi langsung terkait peluang studi, kerja sama internasional, dan mobilitas akademik.

Terbuka untuk umum, Pekan Francophonie menjadi ajang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat bahasa dan budaya Prancis sekaligus mempererat hubungan Indonesia dengan negara-negara Francophone.***

Tags :
Kategori :

Terkait