Perkuat Daya Beli Petani - Petrokimia Gresik Cairkan Rp120 Miliar Kompensasi Penurunan HET Pupuk

Kamis 26-03-2026,21:30 WIB
Reporter : Dawam
Editor : Admin

Karanganyar ,AktualNews  – Petrokimia Gresik mencairkan dana kompensasi penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi dengan total nilai mencapai Rp120 miliar. Langkah ini dilakukan menjelang Lebaran guna menjaga kelancaran distribusi sekaligus memperkuat daya beli petani di tengah musim tanam.

Pencairan tahap awal difokuskan kepada Pelaku Usaha Distribusi (PUD) dan Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) di wilayah Boyolali dan Wonogiri, Jawa Tengah.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan kebijakan penurunan HET pupuk bersubsidi yang telah berlaku sejak 22 Oktober 2025 membawa dampak positif bagi sektor pertanian.

BACA JUGA:SK Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Karanganyar Telah Terbit

“Penurunan HET pupuk bersubsidi memberikan dampak langsung bagi petani karena mampu menekan biaya produksi. Dengan biaya yang lebih efisien, daya beli petani semakin kuat dan produktivitas pertanian dapat terus meningkat,” ujarnya di melalui rilis yang disampaikan pada, Rabu (25/3).

Ia menegaskan, keberhasilan implementasi kebijakan tersebut tidak lepas dari dukungan para mitra distribusi di lapangan. Peran PUD dan PPTS dinilai krusial dalam memastikan pupuk bersubsidi tersalurkan tepat sasaran.

“Kebijakan yang baik tentu harus diimplementasikan dengan baik di lapangan. Dukungan PUD dan PPTS sangat penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani,” imbuhnya.

Program kompensasi ini diberikan dalam dua tahap. Termin pertama dicairkan setelah dokumen pengajuan dinyatakan lengkap, sedangkan termin kedua akan disalurkan setelah proses verifikasi lapangan oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) rampung.

Secara keseluruhan, kompensasi akan diberikan kepada 782 PUD dan 17.887 PPTS. Pada tahap awal, Petrokimia Gresik telah menyalurkan kompensasi kepada PUD CV Lufi Jaya dan 42 PPTS di Boyolali dan Wonogiri dengan total nilai Rp123 juta.

Adapun kebijakan penurunan HET pupuk bersubsidi menurunkan harga berbagai jenis pupuk hingga sekitar 20 persen. HET pupuk urea turun dari Rp2.250 per kilogram menjadi Rp1.800 per kilogram, sementara pupuk NPK dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram.

Untuk pupuk NPK khusus kakao, harga turun dari Rp3.300 menjadi Rp2.640 per kilogram. Pupuk ZA yang kini masuk skema subsidi juga mengalami penurunan dari Rp1.700 menjadi Rp1.360 per kilogram. Sementara pupuk organik turun dari Rp800 menjadi Rp640 per kilogram.

BACA JUGA:Polres Karanganyar Ungkap Kasus Tabrak Lari Viral, Dua Korban Meninggal Dunia

Menurut Daconi, penurunan harga ini cukup signifikan dalam membantu petani menekan biaya produksi. Selain itu, kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam program Asta Cita.

“Pupuk merupakan kebutuhan utama dalam budidaya pertanian. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani,” pungkasnya.***

Tags :
Kategori :

Terkait