NASA Ciptakan Teknologi AI: Deteksi Dini Munculnya Alga Berbahaya di Laut Jadi Lebih Cepat dan Akurat!

NASA Ciptakan Teknologi AI: Deteksi Dini Munculnya Alga Berbahaya di Laut Jadi Lebih Cepat dan Akurat!

--

Jakarta, AktualNews- Kemajuan teknologi luar biasa kembali ditunjukkan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Baru-baru ini, tim peneliti mereka berhasil mengembangkan sistem Kecerdasan Buatan (AI) canggih yang bertujuan untuk mendeteksi secara dini ledakan pertumbuhan alga berbahaya di perairan laut. Inovasi ini menjadi jawaban atas kesulitan pemantauan kualitas air yang selama ini menjadi tantangan besar bagi kelestarian ekosistem laut.

Berdasarkan informasi resmi yang dirilis pada Jumat, 22 Mei 2026 dan dimuat dalam jurnal American Geophysical Union, sistem kecerdasan buatan ini bekerja dengan cara menggabungkan data yang dikumpulkan dari beragam satelit pengamat bumi. Data yang digunakan antara lain berasal dari satelit PACE milik NASA dan alat pemantau atmosfer bernama TROPOMI, dikutip dari laman RRI.

BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Seluruh Ibu Kota Provinsi di Indonesia, Senin 25 Mei 2026

Cara kerja teknologi ini pun unik, menggunakan metode pembelajaran mandiri (self-supervised learning). Berkat cara kerja tersebut, AI ini mampu mengenali pola tersembunyi dari berbagai informasi tanpa memerlukan pelabelan data terlebih dahulu. Hasil uji coba di wilayah perairan Florida Barat dan California Selatan membuktikan sistem ini sangat andal, bahkan mampu memetakan persebaran alga dengan akurat di wilayah pesisir yang kondisinya cukup rumit sekalipun.

Selama ini, pemantauan alga berbahaya masih mengandalkan pengambilan sampel air secara langsung dan pemeriksaan laboratorium yang memakan waktu lama, biaya besar, serta cakupan pengamatannya terbatas. Padahal, ledakan populasi alga ini membawa dampak buruk yang sangat besar:

-Merugikan ekonomi AS hingga puluhan juta dolar setiap tahunnya

-Membahayakan kesehatan manusia dan membunuh biota laut

-Seperti kasus di Teluk Amerika, jenis Karenia brevis sering kali membuat pantai tercemar dan hewan laut mati

-Di Pantai Barat, jenis Pseudo-nitzschia pernah meracuni ratusan lumba-lumba dan singa laut.

BACA JUGA:Waspadai Cuaca Ekstrem, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Ke depannya, NASA berencana mengembangkan jangkauan teknologi ini lebih luas lagi, tidak hanya di laut, tetapi juga mencakup perairan danau. Hal ini diharapkan dapat membantu langkah pencegahan dan penanggulangan kerusakan lingkungan jauh lebih cepat dan tepat sasaran.***

 

 

Share
Berita Lainnya