Choix Goncourt Indonesia Diluncurkan, Perkuat Diplomasi Sastra Prancis-Indonesia

Choix Goncourt Indonesia Diluncurkan, Perkuat Diplomasi Sastra Prancis-Indonesia

Philippe Claudel, novelis, sutradara dan Presiden Akademi Goncourt (tengah) didampingi istri bersama editor, Karina Hocine (kanan)--

Jakarta, AktualNews- Indonesia untuk pertama kalinya resmi bergabung dalam jaringan internasional Choix Goncourt yang kini mencakup 51 negara. Melalui program ini, 13 mahasiswa jurusan sastra Prancis dari tujuh universitas di Indonesia berkesempatan menjadi anggota juri dan turut memilih karya sastra Prancis kontemporer terbaik.

Peluncuran Choix Goncourt Indonesia menandai langkah baru dalam hubungan budaya Prancis dan Indonesia, sekaligus menempatkan generasi muda Indonesia dalam dialog sastra global. Para mahasiswa juri juga mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Presiden Akademi Goncourt, Philippe Claudel, yang berkunjung ke Jakarta pada 11–12/05/2026.

Prix Goncourt sendiri merupakan penghargaan sastra paling prestisius di Prancis yang didirikan pada 1903. Sejak 1998, Choix Goncourt dikembangkan sebagai versi internasional yang melibatkan mahasiswa dari berbagai negara untuk membaca, mendiskusikan, dan memilih karya sastra Prancis terbaik dari daftar nominasi resmi.

BACA JUGA:IFI Rayakan 10 Tahun Perjanjian Paris Lewat Rangkaian Kegiatan Bertema Iklim

Peluncuran ini menjadi kelanjutan dari program “Ayo Baca!” yang sebelumnya diinisiasi Kedutaan Besar Prancis dan Institut français d’Indonésie (IFI). Inisiatif tersebut juga sejalan dengan Deklarasi Borobudur mengenai strategi budaya bersama yang disepakati Presiden Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto pada Mei tahun lalu.

Dalam rangka peluncuran Choix Goncourt Indonesia, Philippe Claudel novelis, sutradara, sekaligus Presiden Akademi Goncourt menjalani kunjungan resmi ke Jakarta sebelum melanjutkan agenda ke Makassar International Writers Festival pada 14–17/05/2026 bersama Karina Hocine, editor dan sekretaris jenderal penerbit Gallimard.

Salah satu agenda utama berlangsung di Institute Francais Indonésie,Jakarta pada (12/05/2026)  melalui diskusi bertema hubungan sastra dan sinema. 

Acara tersebut menghadirkan sejumlah tokoh sastra dan perfilman Indonesia, seperti Ratih Kumala, Reda Gaudiamo, Ryan Adriandhy, Laksmi Pamuntjak, dan Hannah Al Rashid.

Diskusi membahas perkembangan adaptasi karya sastra ke layar lebar serta peluang kolaborasi antara industri buku dan perfilman di Indonesia. Topik ini dinilai relevan di tengah upaya memperkuat ekosistem budaya dan industri kreatif nasional.

BACA JUGA:IFI Gelar Joko Anwar Night Jelang Festival Film Fantastis Gérardmer 2026

Selain agenda publik, delegasi Prancis juga dijadwalkan bertemu dengan Kementerian Kebudayaan untuk membahas peluang kerja sama bilateral di bidang sastra dan penerbitan. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pembahasan antara Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Catherine Pégard dari pihak Prancis pada April lalu.

Melalui Choix Goncourt Indonesia, Prancis dan Indonesia berharap dapat membuka ruang baru bagi dialog budaya, penerjemahan karya sastra, serta pertukaran gagasan dengan generasi muda sebagai pusat hubungan kedua negara.***

Share
Berita Lainnya