Pekan Frankofoni 2026 Ditutup Meriah, Perkuat Dialog Budaya dan Minat Bahasa Prancis di Indonesia

Pekan Frankofoni 2026 Ditutup Meriah, Perkuat Dialog Budaya dan Minat Bahasa Prancis di Indonesia

--

Jakarta, AktualNews- Pekan Frankofoni 2026 resmi ditutup dengan suasana meriah setelah berlangsung selama sepekan penuh dengan ratusan kegiatan di berbagai kota di Indonesia. Ajang ini dinilai sukses memperkuat pertukaran budaya sekaligus meningkatkan minat terhadap bahasa Prancis di Tanah Air.

Dalam sambutan penutupan, Dubes Fabien Penone menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari kedutaan besar negara-negara Frankofon, para mitra, hingga masyarakat dan pecinta bahasa Prancis di Indonesia.

Selama penyelenggaraan, lebih dari 100 kegiatan digelar di sedikitnya 10 kota, termasuk Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, hingga Makassar. Beragam acara seperti pemutaran film, diskusi, lokakarya, hingga kegiatan di kampus dan ruang budaya menghadirkan semangat Frankofoni yang inklusif dan dinamis.

BACA JUGA:FFF x PSSI: Indonesia–Prancis Gas Pengembangan Sepak Bola Perempuan

“Frankofoni bukan sekadar bahasa bersama, tetapi juga ruang dialog, pertukaran gagasan, dan pertemuan antarbudaya,” disampaikan dalam acara penutupan, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas budaya di tengah tantangan global saat ini.

Rangkaian acara dibuka dengan konser “Avec le temps…” yang menghadirkan Dorsaf Hamdani, Zied Zouari, dan Sri Hanuraga, mencerminkan wajah Frankofoni yang terbuka dan terhubung dengan Indonesia.

Momentum Hari Kartini pada 21 April juga menjadi sorotan, melalui berbagai kegiatan yang mengangkat dialog nilai antara semangat emansipasi Kartini dan nilai-nilai Frankofoni.

Selain itu, forum diskusi di Universitas Negeri Jakarta pada 23 April mempertemukan hampir 200 mahasiswa dengan para duta besar negara-negara Frankofon. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap peluang studi, mobilitas, dan karier yang ditawarkan melalui bahasa Prancis.

Pekan Frankofoni 2026 juga menjadi bagian dari momentum menuju KTT Frankofoni ke-20 yang akan digelar di Kamboja dalam waktu sekitar 200 hari ke depan. Forum tersebut diharapkan semakin memperkuat peran kawasan Asia-Pasifik dalam komunitas Frankofon global.

BACA JUGA:Indonesia–Prancis Luncurkan FORTRIZ di IPB, Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Dengan berakhirnya rangkaian acara tahun ini, penyelenggara menegaskan bahwa semangat Frankofoni akan terus hidup melalui kolaborasi, dialog, dan pertukaran budaya yang berkelanjutan di Indonesia.***

Share
Berita Lainnya