Hari Kartini 2026, Prancis-Indonesia Perkuat Kolaborasi untuk Pemberdayaan Perempuan
--
Jakarta, AktualNews- Kedutaan Besar Prancis di Indonesia melalui Institut français d’Indonésie (IFI) memperingati Hari Kartini 2026 dengan rangkaian kegiatan nasional dalam Pekan Francophonie. Inisiatif ini menegaskan komitmen Prancis dalam mendorong kesetaraan gender sekaligus memperkuat kerja sama dengan Indonesia di berbagai sektor strategis.
Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April menjadi simbol perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan pendidikan dan emansipasi perempuan. Mengusung semangat tersebut, IFI tahun ini menyoroti keterkaitan antara kesehatan, pendidikan, dan inklusi ekonomi sebagai fondasi pemberdayaan perempuan masa kini.
BACA JUGA:Pekan Francophonie 2026 di Indonesia: Lebih dari 100 Acara Rayakan Keragaman Budaya Global
Salah satu agenda utama adalah diskusi panel bertajuk “Kesehatan Reproduksi dan Inklusi Ekonomi: Kebijakan Nasional dan Inisiatif Lokal LSM” di Jakarta. Forum ini menghadirkan perwakilan pemerintah, organisasi internasional seperti United Nations Population Fund, serta organisasi masyarakat sipil untuk membahas akses perempuan terhadap layanan kesehatan reproduksi dan peluang ekonomi yang lebih inklusif.
Selain itu, IFI meluncurkan program pelatihan gastronomi hasil kolaborasi dengan Sekolah Seniman Pangan dan The Asia Foundation. Program ini menghadirkan chef asal Prancis dan dirancang untuk memperkuat keterampilan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi perempuan di sektor industri kreatif.
Untuk menjangkau generasi muda, lokakarya menulis “Kartini Masa Kini” digelar di Gramedia-Jalma, Blok M. Kegiatan ini mendorong peserta untuk merefleksikan tantangan perempuan modern, termasuk dinamika antara ekspektasi sosial dan aspirasi pribadi.
Di luar Jakarta, jaringan IFI dan Alliance Française turut menggelar berbagai kegiatan di sejumlah kota. Di Yogyakarta, program “Kartini Play: Hackdays” bersama Gameloft mengajak mahasiswi mengeksplorasi pengembangan game dan kreativitas digital.
Sementara itu, Universitas Islam Indonesia mengadakan lomba esai, talk show, hingga lokakarya kreatif bertema keberanian perempuan dalam bermimpi dan berkarya.
Di Surabaya, IFI mendukung peluncuran buku karya penulis muda Felarose Zahwa yang dipadukan dengan diskusi sastra dan pertunjukan seni. Bandung menghadirkan kolaborasi bersama Goethe-Institut Bandung melalui pemutaran film dan diskusi tentang peran perempuan dalam menyeimbangkan karier dan kehidupan sosial.
Di Bali, Alliance Française menggelar kegiatan edukatif dan diskusi yang menyoroti hak-hak perempuan dalam dunia Francophonie serta menghadirkan perspektif lokal yang inspiratif.
Melalui rangkaian ini, Kedutaan Besar Prancis dan IFI menegaskan komitmennya untuk memperluas ruang partisipasi perempuan, memperkuat jejaring dengan mitra di Indonesia, serta mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
BACA JUGA:Festival Sinema Prancis 2025: Refleksi Kebebasan dalam Sinema Prancis
- Share
-