Kemitraan Strategis PT MBI dan BRMP Biogen Bogor Hadapi Krisis Benih Edamame Nasional

Kemitraan Strategis PT MBI dan BRMP Biogen Bogor Hadapi Krisis Benih Edamame Nasional

--

Sukabumi, AktualNews – Di tengah kelangkaan benih edamame yang melanda pasar, PT Mandiri Banana Indonesia (PT MBI) mengambil langkah proaktif dengan menggandeng Badan Riset dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Biogen Bogor. Kolaborasi ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan benih berkualitas bagi para petani, sekaligus meningkatkan produktivitas kacang edamame secara nasional.

Pada Rabu, 11 Februari 2026, bertempat di lahan kebun PT MBI di desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilaksanakan penanaman perdana benih edamame varietas unggul Biomax 2. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen kedua belah pihak dalam mengatasi tantangan sektor pertanian.

Dr. Asadi, pakar dari BRMP Biogen Bogor, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan realisasi dari Memorandum of Understanding (MoU) yang telah disepakati. "Kami membawa 5 kilogram benih Biomax 2, yang akan kita tanam bersama petani binaan PT MBI. Tujuan utamanya adalah menghasilkan benih turunan yang berkualitas," ujarnya.

BACA JUGA:Kecamatan Dramaga Resmi Launching Hutan Kota Pertama, Targetkan Perbaikan Sumber Air dan Kualitas Udara

Teknik penanaman benih edamame Biomax 2 dilakukan dengan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat, termasuk pembuatan bedengan dan pengaturan jarak tanam 30 x 10 cm. Langkah ini penting untuk memudahkan seleksi tanaman dan memastikan pertumbuhan yang optimal.

"Keunggulan Biomax 2 terletak pada rasanya yang manis saat dipanen muda, serta potensi hasil yang mencapai 10 ton per hektar dalam kondisi polong basah," tambah Dr. Asadi. Varietas ini memiliki masa tanam relatif singkat, yaitu 70-75 hari untuk panen muda dan 90 hari untuk panen biji kering.

Fachri Yulizar, Direktur Utama PT MBI, menekankan pentingnya kerjasama ini dalam menjawab kebutuhan benih berkualitas bagi petani binaannya. "Dengan pendampingan dari tim BRMP Biogen Bogor, kami optimis dapat meningkatkan produktivitas edamame, dari semula 7 ton menjadi 10 ton per hektar," ungkapnya.

BACA JUGA:Pelantikan PUI Kabupaten Sukabumi Resmi Digelar, Siap Bersinergi Bangun Sukabumi Mubarokah

Kepala Desa Nanggerang, Unang Suwandi, menyambut baik inisiatif ini sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa. "Selama ini, petani kami kesulitan mendapatkan benih edamame unggul. Kami berharap kerjasama ini dapat memberikan solusi," katanya.

PT MBI saat ini mengelola 10 hektar lahan di Nanggerang, dan berencana memperluasnya hingga 150 hektar melalui kerjasama dengan MNC Land. Lahan ini akan digunakan untuk penanaman benih dan produksi edamame.***

 

 

Share
Berita Lainnya