Jakarta, AktualNews -Prancis dan Indonesia Perkuat Kerja Sama Riset dan Konservasi Ekosistem Laut
Prancis dan Indonesia terus memperkuat kerja sama di bidang kelautan dan perikanan melalui pengembangan penelitian ilmiah, penyelarasan kebijakan publik, serta pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan.
--
Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari Strategi Bersama Pendidikan, Penelitian, dan Mobilitas yang tertuang dalam Deklarasi Paris. Kesepakatan ini dicapai oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada (28/05/ 2026). Komitmen tersebut kemudian diperkuat melalui peta jalan kerja sama ilmiah bilateral yang disepakati kedua menteri pendidikan tinggi pada (09/07/ 2026).
BACA JUGA:IFI Ajak Masyarakat Kenali Bahasa dan Budaya Prancis Lewat Musik
Penguatan kolaborasi juga dibahas dalam Lokakarya Bersama Prancis, Indonesia tentang Ilmu Kelautan dan Bumi yang berlangsung di Surabaya pada 05–08/10/ 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari Tahun Inovasi Prancis, Indonesia tersebut menghasilkan pemetaan lebih lanjut mengenai peluang pengembangan penelitian bersama di sejumlah bidang strategis yang menjadi kepentingan kedua negara.
Selain melalui program SELAMAT, kedua negara juga memperluas kerja sama konservasi laut dengan melibatkan kalangan ilmuwan, pemerintah, dan masyarakat setempat. Salah satu implementasi nyata terlihat di Teluk Saleh, Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui penetapan kawasan konservasi hiu paus seluas 73.165 hektare pada April 2026.
--
Kawasan konservasi tersebut dikembangkan dengan dukungan Konservasi Indonesia sebagai bagian dari upaya melindungi habitat hiu paus dan menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
Inisiatif konservasi di Teluk Saleh sebelumnya juga mendapat sorotan dalam Konferensi Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNOC-3) pada 2025 serta dalam acara sampingan Konferensi Para Pihak ke-17 Konvensi Keanekaragaman Hayati (COP17) di Yerevan, Armenia, pada Oktober 2026.
BACA JUGA:Pameran “Les Bleus” Hadir di Jakarta, Menyusuri Sejarah Timnas Prancis dari 1930 hingga Era Mbappé
Kolaborasi ini menegaskan pentingnya sinergi antara hasil penelitian ilmiah, kebijakan konservasi yang efektif, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keanekaragaman hayati serta kelestarian ekosistem laut Indonesia.***