Prancis–Indonesia Perkuat Kemitraan Ekonomi Kreatif Lewat WCCE 2026

Minggu 25-10-2026,22:43 WIB
Reporter : Yuliana
Editor : Admin

Selain kerja sama bilateral, Prancis memperluas kemitraan ekonomi kreatif di kawasan Asia Tenggara melalui Creative ASEAN, yang diluncurkan di Jakarta pada 10 September 2026.

Didukung ASEAN-France Fund, program ini membangun kerangka kolaborasi antara Prancis dan 11 negara anggota ASEAN.


--

Creative ASEAN mencakup residensi seni, pertukaran profesional, dan pengembangan kapasitas untuk memperkuat hubungan antara seniman, lembaga kebudayaan, dan pelaku industri kreatif. Sektor yang menjadi cakupan program ini antara lain desain, mode, film, musik, gim, dan animasi.

Di bidang pengembangan usaha, program ICC Immersion Indonesia pada April 2026 membawa 12 perusahaan Prancis dari sektor industri budaya dan kreatif untuk menjajaki peluang kemitraan serta ekspansi internasional. Para peserta juga berkesempatan membangun komunikasi dengan pemangku kepentingan institusional dan industri di Indonesia.

Gastronomi Jadi Bagian dari Pertukaran Budaya

Kerja sama kedua negara juga mencakup sektor gastronomi melalui Rendez-vous Rasa: France, Indonesia Gastronomy Week yang berlangsung pada 23 September hingga 4 Oktober 2026. Program yang diselenggarakan Kedutaan Besar Prancis dan IFI bersama sejumlah mitra, termasuk Disciples Escoffier Indonesia, ini melibatkan sekitar 150 restoran di berbagai wilayah Indonesia untuk merayakan tradisi kuliner Prancis dan Indonesia.

Rangkaian WCCE 2026 turut diisi dengan acara WCCE Gathering in the Sky pada 22 Oktober, berupa jamuan makan malam yang memadukan tradisi kuliner internasional dengan bahan-bahan lokal Indonesia. 

AMUZ, restoran Prancis di Jakarta yang dipimpin Chef Gilles Marx selaku Presiden Disciples Escoffier Indonesia, menjadi salah satu peserta yang menyajikan hidangan dalam acara tersebut.

BACA JUGA:Prancis Kian Diminati, Mahasiswa Indonesia Tempuh Studi dari Bisnis hingga Teknik

Berbagai inisiatif ini menunjukkan luasnya cakupan kemitraan Prancis, Indonesia, mulai dari pengembangan talenta, pelestarian keahlian tradisional, dan pertukaran budaya hingga perluasan jaringan profesional serta pengembangan bisnis.

Melalui berbagai program tersebut, kedua negara berupaya menerjemahkan komitmen dalam Deklarasi Borobudur menjadi kolaborasi nyata yang memberikan ruang bagi para profesional kreatif, lembaga kebudayaan, dan pelaku usaha untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif secara berkelanjutan.***

Tags :
Kategori :

Terkait