Karanganyar,AktualNews– Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Lawu terus dilakukan hingga Kamis (22/10/2026). Memasuki hari ketujuh, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 648 hektare.
Sugiharjo Kepala Dinas BPBD menyampaikan pemadaman dilakukan melalui kombinasi operasi udara menggunakan helikopter water bombing dan upaya pemadaman darat oleh tim gabungan yang disebar di sejumlah posko.
BACA JUGA:Kebakaran Hutan Gunung Lawu Meluas hingga 490 Hektare, BPBD Siapkan Empat Posko
Dalam operasi udara, tim melaksanakan dua sorti water bombing dengan total tujuh kali pengeboman air. Dua helikopter dikerahkan dengan kapasitas air mencapai 14.000 liter.
--
Sementara itu, personel gabungan di masing-masing posko terus melakukan penyekatan ke titik api, pemadaman secara manual, penyisiran, serta pembuatan sekat api untuk mencegah kebakaran meluas ke kawasan hutan dan objek vital di sekitarnya.
Ratusan Personel Dikerahkan di Empat Posko
Berdasarkan laporan perkembangan penanganan karhutla, Posko Induk Gondosuli memberangkatkan 90 personel gabungan yang terdiri atas unsur TNI, Yonif TP, Brimob, Polres, dan relawan.
Tim melakukan penyekatan serta pemadaman secara manual di sejumlah titik, antara lain Danbanyu, Babatan, Gulungan, dan Bukit Mapak.
Di Pos Aju Cemara Kandang, sebanyak 20 personel diberangkatkan untuk melakukan penyekatan dan penanganan kebakaran di Pos 1 dan Pos 2 jalur pendakian.
--
Sementara itu, Pos Aju Tambak mengerahkan 136 personel untuk melakukan pemadaman dan pendekatan ke titik api di Pos 4.
Adapun Pos Aju Ceto mengerahkan 69 personel untuk melakukan penyisiran dan pendekatan di sekitar jalur pipa air milik warga di kawasan Pos 3. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak kebakaran terhadap fasilitas vital yang digunakan masyarakat.
Sekat Api dan Pengamanan Pipa Air Jadi Prioritas