Jakarta, AktualNews -Sebanyak 15 siswa SMA dan mahasiswa terpilih melaju ke babak final Olimpiade Bahasa Prancis (OBP) 2026 setelah melewati seleksi nasional. Ajang ini menjadi wadah bagi generasi muda Indonesia untuk menguji kemampuan berbahasa Prancis sekaligus membuka peluang berkiprah di tingkat internasional.
Pada edisi 2026, penyelenggara menerapkan mekanisme seleksi nasional sebelum semifinal. Skema ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, ketika setiap lembaga pendidikan langsung menunjuk perwakilannya untuk mengikuti semifinal.
--
Para finalis terdiri atas 10 siswa SMA dan lima mahasiswa.
BACA JUGA:IFI Ajak Masyarakat Kenali Bahasa dan Budaya Prancis Lewat Musik
Mereka akan menunjukkan kemampuan berbicara dalam bahasa Prancis di hadapan dewan juri yang terdiri atas profesional dan pakar bahasa Prancis.
Olimpiade ini diselenggarakan Kedutaan Besar Prancis melalui Institut français d’Indonésie (IFI) bekerja sama dengan Penerbit Erlangga, yang akan memperingati 75 tahun kiprahnya di bidang pendidikan.
Perwakilan Penerbit Erlangga, Irving William, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan dan pengembangan potensi generasi muda Indonesia.
“Kolaborasi dalam Olimpiade Bahasa Prancis 2026 ini menjadi momen spesial bagi kami yang tengah bersiap menyambut 75 tahun kiprah Penerbit Erlangga dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Kami bangga dapat terus mendukung wadah edukatif yang membuka peluang generasi muda Indonesia berprestasi di tingkat global,” ujar Irving.
--
Kerja sama ini juga mencerminkan upaya kedua lembaga dalam mendorong pembelajaran bahasa Prancis yang inovatif dan inklusif serta meningkatkan kompetensi generasi muda agar mampu bersaing di lingkungan internasional.
BACA JUGA:Pameran “Les Bleus” Hadir di Jakarta, Menyusuri Sejarah Timnas Prancis dari 1930 hingga Era Mbappé
Melalui Olimpiade Bahasa Prancis, Kedutaan Besar Prancis dan IFI turut memperluas pengenalan bahasa Prancis dan komunitas Francophonie di Indonesia. Program ini juga mendukung lembaga mitra serta pengembangan kompetensi guru bahasa Prancis.***