Prancis-Indonesia Garap 19 Proyek Riset Kelautan dan Ilmu Bumi

Selasa 06-10-2026,12:43 WIB
Reporter : Yuliana
Editor : Admin

Surabaya, AktualNews -Prancis dan Indonesia memperkuat kerja sama riset melalui Joint Workshop on Marine and Earth Sciences di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, 5–8/10/ 2026.

Lokakarya yang diprakarsai Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Pusat Nasional Penelitian Ilmiah Prancis (CNRS) tersebut menghasilkan pembahasan 19 proyek penelitian kolaboratif di bidang kelautan dan ilmu bumi.


--

Proyek melibatkan peneliti BRIN, ITS, Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), serta sejumlah lembaga Indonesia bersama CNRS, Institut Penelitian untuk Pembangunan Berkelanjutan Prancis (IRD), IMT Atlantique, dan Université Polytechnique Hauts-de-France (UPHF).

BACA JUGA:IFI Ajak Masyarakat Kenali Bahasa dan Budaya Prancis Lewat Musik

Riset mencakup keanekaragaman hayati laut, geologi, vulkanologi, dinamika laut, polusi udara, transportasi berkelanjutan, hingga pemantauan gempa dan tsunami.

“Melalui lokakarya bersama ini, kami berharap kolaborasi penelitian antara Indonesia dan Prancis di bidang ilmu kelautan dan ilmu bumi ditindaklanjuti dengan kegiatan penelitian bersama yang konkret. BRIN siap mendukung kolaborasi penelitian yang muncul dari lokakarya ini,” ujar Wakil Ketua Bidang Fasilitasi Penelitian dan Inovasi BRIN Agus Haryono.

Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN Fabien Penone mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari penguatan kemitraan kedua negara di bidang pendidikan, penelitian, dan mobilitas.


--

"Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen Presiden Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto dalam Deklarasi Paris pada 28/05/2026",tambah Fabien Penone.

Sementara itu, Perwakilan IRD di Indonesia dan Timor-Leste Adèle Martial-Gros menegaskan pengalaman panjang kerja sama ilmiah kedua negara menjadi modal untuk mengembangkan riset bersama terkait perubahan lingkungan laut dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.

Sesi ilmiah dalam lokakarya membahas antara lain pemantauan aktivitas gunung api berbasis GNSS, bahaya geologi, kualitas udara Asia Tenggara, emisi kebakaran hutan, zona subduksi Indonesia, potensi mineral dasar laut, serta pemantauan laut menggunakan jaringan pelampung Argo.


--

Selain kegiatan akademik, peserta dijadwalkan mengunjungi PT PAL, BMKG, laboratorium hidrodinamika BRIN KST Surabaya, serta Technopark Ilmu Kelautan ITS.

BACA JUGA:Diplomasi Maritim Menguat, Tiga Kapal Perang Armada Pasifik Rusia Kunjungi Jakarta

Tags :
Kategori :

Terkait