Karanganyar,AktualNews - Langkah nyata dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) terus digalakkan. Melalui program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) yang bekerjasama denga balai latihan kerja (BLK) Karanganyar, masyarakat dibekali berbagai keahlian praktis yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan potensi usaha mandiri.
Dalam sambutannya Ketua Baznas Karanganyar Kustiyono menyampaikan bahwa pentingnya pelatihan ini sebagai jembatan bagi para peserta untuk membuka peluang kerja, baik bagi diri sendiri maupun orang lain di lingkungan sekitar.
BACA JUGA:Karanganyar Raih Anugerah Layanan Investasi 2026, Perkuat Komitmen Hadirkan Investasi Berdampak
"Harapan kita semua, potensi daerah ini bisa terangkat. Pelatihan ini bukan sekadar memberi keterampilan, tetapi membuka peluang agar teman-teman peserta nantinya bisa mengajak rekan, relasi, atau masyarakat sekitar untuk bekerja bersama," ujarnya
Tiga Program Pelatihan Unggulan
Program Pelatihan Berbasis Kompetensi kali ini berfokus pada tiga bidang keahlian utama yang memiliki potensi pasar cukup luas:
Pelatihan Las (Welding):
Diharapkan dapat melatih peserta dalam bidang teknik pengelasan yang memiliki potensi besar di dunia industri maupun usaha bengkel mandiri. Dan Pelatihan Barber / Potong Rambut:
Mencetak tenaga profesional di bidang jasa pemotongan dan perawatan rambut. Peserta diharapkan tidak hanya mahir, tetapi juga mampu membagikan ilmunya serta menjadi instruktur atau pemilik usaha barbershop. Serta Pelatihan Make-Up Artist (MUA):
Memanfaatkan tingginya permintaan jasa rias di masyarakat untuk berbagai acara (seperti pernikahan dan hajatan). Pelatihan ini disiapkan agar peserta menjadi tenaga siap pakai yang profesional di bidang tata rias.
--
Selama masa pelatihan, para peserta akan mendapatkan berbagai fasilitas penunjang seperti uang saku dan uang makan. Tak hanya itu, peserta yang lulus juga akan menerima sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional sebagai bekal modal kerja maupun wirausaha.
Pendaftaran dilakukan secara transparan melalui pengumuman di media sosial resmi Pemda. Mengingat tingginya antusiasme pendaftar, proses seleksi ketat diterapkan berdasarkan ketentuan dan syarat usia (maksimal di bawah 55 tahun) agar program ini tepat sasaran serta memberikan dampak produktif bagi komunitas sekitar.
" Seluruh peserta pelatihan toyal sejumlah 45 peserta dengan dibagi tiga program keahlian yang setiap program keahlian 15 peserta, mereka diajak untuk mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan dari awal hingga akhir dengan serius, disiplin, dan tanpa ada yang mengundurkan diri atau bolos," ungkapnya.
Sementara itu kepala Dinas Perdagangan dan perindustrian dan tenaga kerja Karanganyar Agung Wahyu Utomo yang ikut membuka pelatihan mengatakan bahwa para peserta yang mengikuti pelatihan ini akan menjadi wirausahawan mandiri dan bisa memperoleh pemasukan dalam menjalankan usahanya.