Prancis-Indonesia Buka Babak Baru Kerja Sama Sastra Lewat Residensi Rimbaud

Sabtu 12-09-2026,14:13 WIB
Reporter : Yuliana
Editor : Admin

Jakarta, AktualNews -Prancis dan Indonesia membuka babak baru kerja sama sastra melalui Residensi Rimbaud, program residensi bilateral yang mempertemukan penulis kedua negara. Semarang menjadi lokasi perdana program yang digagas Kedutaan Besar Prancis dan Institut français d’Indonésie (IFI) bersama Pemerintah Kota Semarang.


--

Program ini mengambil nama penyair Prancis Arthur Rimbaud, yang tiba di Semarang pada 1876 dan kemudian melakukan perjalanan hingga Salatiga. Jejak perjalanan tersebut kini dihidupkan kembali melalui pertukaran dan penciptaan karya sastra.

BACA JUGA:Dari Jakarta ke Paris, ASA dan IFI Dukung Talenta Muda Musik Klasik Indonesia

Peluncuran program menjadi salah satu agenda konferensi pers di Kediaman Duta Besar Prancis di Jakarta, 10 September 2026. Hadir Duta Besar Prancis Fabien Penone, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, serta Louis-Philippe Dalembert sebagai penulis pertama program residensi.

Dalembert, novelis dan penyair kelahiran Haiti yang kini bermukim di Paris, akan menjalani residensi selama tiga bulan di Semarang pada September-November 2026. Ia akan menulis di Lawang Sewu sekaligus berinteraksi dengan penulis, mahasiswa, peneliti, dan pembaca melalui diskusi serta lokakarya.


--

Program didukung Pemerintah Kota Semarang, Alliance Française Semarang, dan Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Setelah Dalembert, giliran seorang penulis Indonesia yang akan menjalani residensi selama tiga bulan di Cité internationale de la langue française, Prancis, pada awal 2027.

Program resiprokal ini menjadi bagian dari penguatan hubungan budaya Prancis-Indonesia setelah kedua negara mengadopsi Deklarasi Borobudur tentang Strategi Budaya Bersama pada 2025.

Kedutaan Besar Prancis dan IFI juga menyiapkan pengembangan program residensi berikutnya yang berfokus pada penulisan dan penerjemahan di berbagai wilayah Indonesia.

BACA JUGA:Menuju Lyon Biennale 2026, Candrani Yulis Gelar Pameran

Residensi Rimbaud diharapkan tidak sekadar menghidupkan kembali jejak perjalanan Rimbaud di Jawa, tetapi menjadi ruang baru bagi penulis Prancis dan Indonesia untuk bertemu, bertukar gagasan, dan menghasilkan karya.***

Tags :
Kategori :

Terkait