Jakarta, AktualNews - Wahana Kreator Nusantara menghadirkan film drama coming-of-age terbaru, Seni Merayu Tuhan, yang diadaptasi dari buku best seller karya Habib Jafar.
Film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026.
Film ini mengisahkan perjalanan Hikmah (Ari Irham), seorang anak muda yang kehilangan ibunya dan perlahan kehilangan arah hidup. Dalam upaya menjadi pribadi yang lebih baik melalui jalan yang instan, Hikmah justru semakin jauh dari tujuan hidupnya.
BACA JUGA:Usung Tema 'A Decade of Love Language', 100% Manusia Film Festival Kembali Digelar 6–15 Agustus
Perjalanannya kemudian menjadi ruang untuk memahami makna kehilangan, pertumbuhan, dan kedewasaan.
Dengan nuansa hangat dan emosional, Seni Merayu Tuhan mengajak penonton merenungkan pentingnya menghargai orang-orang terdekat di tengah kesibukan mengejar kehidupan.
Film ini menyampaikan bahwa perubahan tidak harus berlangsung secara cepat, tetapi dapat tumbuh perlahan melalui proses, kelembutan, dan penerimaan.
Film ini menjadi debut penyutradaraan Cesa David. Menurutnya, Seni Merayu Tuhan bukan sekadar kisah tentang seorang pemuda yang tersesat, melainkan ruang kontemplasi bagi penonton.
"Bagi saya, film ini menjadi ruang kontemplasi. Kisah di film ini adalah bagaimana kita juga bisa mencintai sesama dan menjadi orang baik untuk semuanya.
Semangat itu yang ingin saya hadirkan lewat film ini," ujar Cesa David.
Bagi Habib Jafar, adaptasi film ini diharapkan mampu mengajak penonton melakukan refleksi terhadap kehidupan dan hubungan mereka dengan Tuhan maupun sesama.
"Saya berharap, setelah menonton film ini, penonton bisa merenungkan dirinya secara utuh, sebagai manusia, hamba Tuhan, sebagai anak, sebagai orang tua, dan sebagai dirinya sendiri. Saya berharap, detik itu akan menjadi detik paling kencang sebagai Seni Merayu Tuhan," kata Habib Jafar.
Habib Jafar mengaku salah satu adegan yang paling menyentuh baginya adalah ketika Hikmah mengabaikan ibunya, yang diperankan Rieke Diah Pitaloka. Adegan tersebut dinilainya dekat dengan pengalaman banyak orang yang sering kali baru menyadari arti kehadiran orang tua ketika waktu tak lagi berpihak.
Ari Irham pun merasa karakter Hikmah sangat relevan dengan kehidupan anak muda saat ini.
"Mungkin kita sering terlalu fokus sama hal yang ada di pikiran kita, apa yang ingin kita capai, sampai akhirnya melupakan orang-orang di sekitar, termasuk orang tua. Buatku itu sangat relate," ujarnya.