Seminar PINTU 2026 Perkuat Kerja Sama Mode dan Kerajinan Prancis-Indonesia

Rabu 29-07-2026,13:05 WIB
Reporter : Yuliana
Editor : Admin

Jakarta, AktualNews -Prancis dan Indonesia terus memperkuat kolaborasi di sektor mode dan industri kreatif melalui Indonesian-French Seminar on Fashion and Craftsmanship: Rethinking the Fashion of Tomorrow yang digelar di Institut français d'Indonésie (IFI) Jakarta, Selasa (28/7). Seminar ini menjadi salah satu agenda utama PINTU Focus Week 2026 sekaligus bagian dari Tahun Inovasi Prancis, Indonesia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program PINTU Fashion Incubator, inisiatif bersama Kedutaan Besar Prancis, IFI, LAKON Indonesia, dan JF3 Fashion Festival. Seminar mempertemukan desainer, peneliti, akademisi, hingga pelaku industri kreatif dari kedua negara untuk membahas masa depan industri mode yang lebih inovatif, berkelanjutan, dan berbasis keahlian kerajinan.

BACA JUGA:Usung Tema 'A Decade of Love Language', 100% Manusia Film Festival Kembali Digelar 6–15 Agustus

Sebagai forum intelektual PINTU Focus Week 2026, seminar menegaskan bahwa masa depan industri mode tidak hanya ditentukan oleh tren di atas panggung peragaan busana, tetapi juga melalui kolaborasi antara desainer, pengrajin, peneliti, dan pendidik. Melalui dua sesi panel, para peserta mendiskusikan peran kerajinan tradisional, inovasi tekstil, serta teknologi dalam menciptakan industri mode yang lebih tangguh dan bertanggung jawab.

Panel pertama bertajuk Craftsmanship and Slow Fashion mengulas bagaimana keahlian kerajinan tradisional dapat menjadi inspirasi bagi mode kontemporer sekaligus mendukung praktik produksi yang lebih berkelanjutan. Diskusi menghadirkan Thresia Mareta (Founder LAKON Indonesia), Darja Richter-Widhoff (Head of Design and Co-Director ENAMOMA-PSL), Fengyuan Dai (Founder 30%70), Gabriel Marcella Budiono (desainer dan residen PINTU), serta Mickael Nana (Founder MARLON NANA dan residen PINTU). Mereka berbagi pandangan mengenai pentingnya pelestarian warisan budaya, pemanfaatan material lokal, serta pengembangan kewirausahaan kreatif.


Pascaline Wilhelm (Direktur ENAMOMA-PSL), Mathieu Buard (Kurator dan Profesor École Duperré Paris), Alia Sarastita (Founder The New Factory), dan Mohamad Widodo (Head of Postgraduate Studies in Textile Engineering and Apparel Technology, Politeknik STTT B--

Sementara itu, panel kedua bertajuk Textile Innovation and Future of Fashion membahas perkembangan riset tekstil, desain sirkular, inovasi teknologi, hingga model pendidikan yang mendukung transformasi industri mode. Diskusi menghadirkan Pascaline Wilhelm (Direktur ENAMOMA-PSL), Mathieu Buard (Kurator dan Profesor École Duperré Paris), Alia Sarastita (Founder The New Factory), serta Mohamad Widodo (Head of Postgraduate Studies in Textile Engineering and Apparel Technology, Politeknik STTT Bandung).

Dipandu oleh Dino Augusto, seminar juga menjadi wadah bagi peserta untuk membangun jejaring, bertukar pengetahuan, dan membuka peluang kolaborasi antara institusi, pelaku industri, serta talenta kreatif dari Prancis dan Indonesia.

Melalui penyelenggaraan seminar ini, PINTU Focus Week 2026 kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat hubungan kedua negara melalui kreativitas, pendidikan, inovasi, dan pertukaran profesional.

BACA JUGA:Menuju Lyon Biennale 2026, Candrani Yulis Gelar Pameran

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya industri mode yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing di tingkat global.***

Tags :
Kategori :

Terkait