Jakarta, AktualNews– 100% Manusia Film Festival kembali hadir pada 6–15 Agustus 2026 sekaligus merayakan satu dekade penyelenggaraannya. Mengusung tema "A Decade of Love Language", festival ini akan menayangkan 86 film, terdiri atas 24 film panjang dan 62 film pendek dari 21 negara, termasuk Austria, Meksiko, Myanmar, Nepal, Belanda, Filipina, Spanyol, Swedia, Vietnam, Kamerun, dan Madagaskar.
Seluruh pemutaran film dapat dinikmati secara gratis di 11 lokasi yang tersebar di Jakarta, Bali, dan Yogyakarta.
BACA JUGA:4 Film Pendek Sutradara Indonesia Tembus Cannes 2026, Tayang Perdana di La Semaine de la Critique
Selama sepuluh tahun terakhir, 100% Manusia Film Festival berkembang menjadi ruang aman untuk membahas isu kemanusiaan, hak asasi manusia, keberagaman, dan inklusi melalui film serta berbagai medium kreatif. Festival ini mempertemukan sineas, aktivis, akademisi, komunitas, dan masyarakat untuk saling bertukar perspektif dan menumbuhkan empati.
Hannah Al Rashid didapuk sebagai Festival Ambassador 100% Manusia Film Festival 2026. Menurutnya, festival ini memiliki peran penting sebagai ruang dialog di tengah masyarakat yang semakin mudah memberi label kepada orang lain.
--
"Festival ini mengingatkan kita untuk melihat setiap orang sebagai manusia. Saya berharap semakin banyak orang datang, menonton film, mengikuti diskusi, dan merasakan bagaimana sinema mampu membuka hati, memperluas perspektif, serta menunjukkan bahwa empati adalah bahasa yang melampaui segala perbedaan," ujar Hannah.
Semangat tema "A Decade of Love Language" tercermin dalam program pembuka 100% Love Language, sebuah kompilasi enam film pendek Indonesia yang mengangkat beragam makna cinta, mulai dari kehangatan, perjuangan, hingga keberanian mencintai di tengah situasi sulit. Film-film tersebut adalah Waktu Luang, Folding Sadness, Malam Sepanjang Nafas, BAGUS: Dancing Like a Lady, Parade si Rambo, dan Selamat Tidur, Adil!.
Sementara itu, festival akan ditutup dengan pemutaran film dokumenter 10s Across Borders karya Chan Sze-Wei yang sebelumnya tayang perdana di Busan International Film Festival 2025, masuk nominasi Asia Pacific Screen Awards 2025, dan meraih Audience Choice Award Documentary di Tampa Film Festival 2025.
Director of Film Program 100% Manusia Film Festival, Meninaputri Wismurti, mengatakan kurasi tahun ini menampilkan beragam wajah kemanusiaan melalui genre yang lebih luas, mulai dari komedi, animasi, horor, hingga thriller.
"Tahun ini banyak film yang berbicara tentang keberanian menjadi diri sendiri, perlawanan terhadap ketidakadilan, dan semangat bertahan menghadapi tantangan hidup. Melalui berbagai pendekatan tersebut, penonton diajak melihat bahwa kemanusiaan hadir ketika kita mau membuka hati dan pikiran," ujarnya.
Dalam perayaan satu dekade, festival juga memperkenalkan dua program baru, yakni 100% KISS (Keep It Sassy & Short) yang menampilkan film-film berdurasi di bawah 10 menit, serta 100% SEAblings yang menghadirkan film pendek dari berbagai negara Asia Tenggara.
Tak hanya pemutaran film, festival juga menyelenggarakan beragam program non-film yang mengangkat tema kemanusiaan, keberagaman, dan inklusi melalui seni, sastra, musik, kesehatan, hingga kegiatan komunitas.
--
Director of Events 100% Manusia Film Festival 2026, Rain Cuaca, mengatakan tema tahun ini menjadi momentum untuk merayakan perjalanan festival sekaligus mengajak masyarakat menjadikan empati sebagai bahasa universal yang dapat dipahami semua orang.