Jangan Menjadi Rakyat yang Buta dan Tuli

Minggu 12-07-2026,10:53 WIB
Reporter : Hans SW
Editor : Admin

Jakarta, AktualNews- Bangsa yang besar bukanlah bangsa yang bebas dari masalah. Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki rakyat yang peduli, berani bersikap, dan tidak menutup mata terhadap ketidakadilan.

Yang paling berbahaya bukan hanya korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, atau hadirnya mafia dalam berbagai sektor. Yang lebih berbahaya adalah ketika rakyat memilih diam. Melihat, tetapi seolah tidak melihat. Mendengar, tetapi seolah tidak mendengar. Saat itulah harapan mulai memudar.

Para pendiri bangsa telah mewariskan arah yang jelas melalui Pembukaan UUD 1945. Negara ini dibangun untuk melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Itulah kompas yang tidak boleh kita tinggalkan.

BACA JUGA:Seruan Kemanusiaan Global: Membela Rakyat Iran dari Tirani dan Keheningan Dunia

Karena itu, sudah saatnya seluruh anak bangsa merapatkan barisan. Tinggalkan perpecahan yang hanya menguntungkan segelintir orang. Satukan tekad, satukan hati, dan satukan langkah. Bangun kekuatan rakyat yang tertib, beretika, terorganisasi, dan berlandaskan hukum. Persatuan yang dilandasi kesadaran adalah benteng terkuat bagi republik ini.

Rakyat yang cerdas bukan rakyat yang mudah diprovokasi. Rakyat yang kuat bukan rakyat yang gemar mencaci. Rakyat yang bermartabat adalah rakyat yang berani mengawasi, berani mengingatkan, dan berani memperjuangkan kebenaran dengan cara-cara yang bermartabat.

Siapa pun yang menyalahgunakan amanah, merugikan kepentingan rakyat, atau melakukan tindak pidana harus diproses secara adil sesuai hukum yang berlaku. Penegakan hukum yang jujur dan tidak pandang bulu merupakan fondasi kepercayaan terhadap negara.

Indonesia membutuhkan lebih banyak warga yang peduli daripada penonton. Lebih banyak pembangun daripada pengeluh. Lebih banyak pemersatu daripada penyebar permusuhan.

BACA JUGA:Suta Widhya: Sebagai Tuan, Maka Rakyat Tidak Boleh Antri

Mari kita bangkit sebagai generasi yang menjaga cita-cita kemerdekaan. Jadikan persatuan sebagai kekuatan, kejujuran sebagai karakter, dan konstitusi sebagai pedoman. Dengan rakyat yang sadar, bersatu, dan berintegritas, Indonesia akan semakin dekat kepada cita-cita luhur yang diamanatkan oleh para pendiri bangsa.

Sebab masa depan republik ini tidak hanya ditentukan oleh para pemimpin, tetapi juga oleh keberanian setiap warga negara untuk menjaga kebenaran, keadilan, dan kepentingan bersama.***

Tags :
Kategori :

Terkait