Jakarta, AktualNews- Kedutaan Besar Prancis di Indonesia dan Institut français d’Indonésie (IFI) menegaskan komitmen memperkuat kerja sama budaya antara Prancis dan Indonesia melalui konferensi “Dari Kata ke Sinema”, yang mempertemukan penulis, penerbit, penerjemah, akademisi, sineas, mahasiswa, dan pelaku budaya dari kedua negara.
Dalam sambutannya, Duta Besar Prancis menekankan bahwa sastra, penerbitan, sinema, penerjemahan, dan penciptaan artistik menjadi fondasi penting dalam memperkuat dialog budaya Prancis, Indonesia.
--
Konferensi ini turut menghadirkan dua tokoh penting dunia sastra dan penerbitan Prancis, yakni Philippe Claudel, penulis dan sutradara pemenang berbagai penghargaan sekaligus Presiden Académie Goncourt, serta Karina Hocine, Chief Publisher dan Sekretaris Jenderal Éditions Gallimard, salah satu rumah penerbitan paling prestisius di Prancis.
BACA JUGA:Prancis Perkuat Kolaborasi AI dengan Indonesia Lewat Seminar Akademik di Tiga Kota
Konferensi ini juga menjadi bagian dari penguatan hubungan bilateral Prancis-Indonesia pascakunjungan kenegaraan Presiden Emmanuel Macron ke Indonesia tahun lalu. Deklarasi Strategi Kebudayaan Bersama yang diadopsi di Candi Borobudur oleh Presiden Macron dan Presiden Prabowo Subianto menempatkan budaya dan ekonomi kreatif sebagai inti kerja sama kedua negara.
Selain delegasi Prancis, konferensi ini juga menghadirkan sejumlah tokoh budaya Indonesia seperti Laksmi Pamuntjak, Ratih Kumala, Reda Gaudiamo, Ryan Adriandhy, dan Hannah Al Rashid.
Prancis juga akan hadir untuk pertama kalinya dalam Makassar International Writers Festival melalui program “MIWF meets France” bersama Kementerian Kebudayaan dan Read Indonesia. Kehadiran delegasi Prancis dinilai sebagai langkah penting untuk membangun kolaborasi sastra jangka panjang antara kedua negara.
--
Dalam bidang sastra, Prancis juga memperkuat kerja sama melalui program Choix Goncourt de l’Indonésie. Program internasional yang terhubung dengan Prix Goncourt penghargaan sastra paling prestisius di Prancis memungkinkan mahasiswa Indonesia terlibat langsung dalam membaca dan memilih karya sastra Prancis kontemporer.
BACA JUGA:FFF x PSSI: Indonesia–Prancis Gas Pengembangan Sepak Bola Perempuan
Sementara di sektor perfilman, kerja sama budaya kedua negara terus berkembang melalui partisipasi delegasi Indonesia di Festival Film Cannes, termasuk program Next Step Studio di La Semaine de la Critique, serta keikutsertaan dalam festival-festival internasional seperti Festival Film Internasional Annecy.***