Kisah Masinis Kereta Maut Bintaro Tahun 1987

Jumat 01-05-2026,17:53 WIB
Reporter : Hans SW
Editor : Admin

Jakarta, AktualNews- Inilah kisah  pilu masinis kereta api dalam tragedi bintaro 1987. Lelaki yang mengemudikan kereta namun selamat dari maut dan dijebloskan ke penjara.. Dipaksa mengaku. Hidup miskin kelaparan.Tinggal di mushola. Digugat cerai istri dan disalahkan seumur hidup. 

Namanya Slamet Suradio, beliau adalah masinis kereta api KA-225 yang dituduh sebagai terdakwa Tragedi Bintaro pada tahun 1987. Beliau dituduh memberangkatkan kereta api tanpa seizin petugas KPKA.Padahal saat itu beliau telah menerima surat PTP Yang artinya  diizinkan berangkat. 

Namun ternyata ada kesalahan komunikasi antara petugas PPKA Stasiun Sudimara dengan Stasiun Kebayoran Lama, yang menyebabkan terjadinya insiden hebat itu dan mengakibatkan 139 korban meninggal dan 254 orang terluka.

BACA JUGA:Terobos Palang, Truk Kontainer Tersangkut di Bawah Jembatan Rel Kereta di Bogor

Slamet juga dituduh melompat keluar dari lokomotif sesaat sebelum tabrakan terjadi untuk menyelamatkan diri. Padahal Beliau sama sekali tidak keluar dan tetap  berusaha menarik rem darurat sekuat tenaga, justru yang keluar menyelamatkan diri adalah asisten masinis.

Namun Slamet memilih tetap di dalam  hingga tangannya tidak kuat menarik rem lagi, dan saat terjadinya tabrakan dirinya terpental ke bawah sehingga tulang pinggulnya retak dan matanya terkena pecahan kaca.

Untungnya Slamet meminta orang lain untuk memfotokopi surat PTP sebanyak mungkin yang masih ada dalam kantongnya. Itulah  bukti bahwa beliau diizinkan untuk memberangkatkan kereta, dan di surat itu terdapat bercak darah.

Menurut pengakuan Slamet, ia tidak melihat rambu-rambu sepanjang perjalanan yang mengisyaratkan adanya peringatan darurat atau perintah memberhentikan kereta. Jadi, apakah kesalahan ini hanya ditimpakan ke dirinya? 

Namun dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, beliau divonis sebagai terpidana dan  surat PTP yang telah difotokopi sebanyak itu tiada artinya di hadapan majelis hakim, pada Slamet telah mengabdikan diri selama 23 tahun. 

Slamet  seringkali dipaksa tandatangan dokumen yang tidak jelas asal usulnya oleh oknum dan beliau dipecat dari jabatan sebagai masinis tanpa pesangon sedikitpun. 

BACA JUGA:Ratusan Warga Memblokir Lintasan Kereta Api Usai Seorang IRT Tewas Ditabrak

Sang istri yang seharusnya mendukung  Slamet, justru malah menggugat cerai dan menikah dengan pria lain. Kini ia mengais rezeki dengan berjualan rokok eceran, di suatu tempat yang jauhnya sekitar 15 km dari rumahnya. 

Slamet pernah sama sekali tidak pulang ke rumah selama 2 bulan karena tidak adanya ongkos pulang, Dia tidur sehari-harinya di musalla. Sampai sekarang ia masih menyimpan fotokopi surat PTP  dengan harapan nama baiknya dikembalikan seperti dahulu kala.***

Tags :
Kategori :

Terkait