Karanganyar, AktualNews — Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan kamtibmas yang dapat berimplikasi konflik sosial, Polres Karanganyar menggelar Latihan Kesiapan Satuan di Plaza Alun-Alun Kabupaten Karanganyar, Senin (20/4/2026) pagi.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.35 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolres Karanganyar, AKBP Arman Sahti, S.H., S.I.K., M.H., dan diikuti oleh Wakapolres, pejabat utama (PJU), personel Polres Karanganyar beserta jajaran Polsek, serta unsur terkait dari TNI dan pemerintah daerah.
BACA JUGA:Wabup Karanganyar Pimpin Rakor Evaluasi Serta Perencanaan Program MBG Tahun 2026
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakapolres Karanganyar Kompol Miftakul Huda, S.H., M.H., Plt. Kasatpol PP Kabupaten Karanganyar Bambang Jatmiko, S.Sos., M.Si., serta Danramil 01 Karanganyar Kapten Sukino.
Dalam arahannya, Kapolres Karanganyar menekankan pentingnya pelaksanaan latihan secara maksimal dan penuh semangat, guna memastikan kesiapan personel di lapangan.
“Hari ini kita melaksanakan Latihan Kesiapan Satuan dalam mengantisipasi gangguan kamtibmas yang berimplikasi konflik sosial. Laksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat, agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar,” ujar AKBP Arman Sahti.
Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa dalam pelaksanaan pengendalian massa (Dalmas), seluruh personel harus berpedoman pada tahapan dan SOP yang berlaku, dengan mengedepankan pendekatan humanis.
“Kendalikan pasukan dengan baik, pahami tahapan dan SOP. Perlu diingat, pasukan Dalmas saat ini tidak dibekali tongkat, sebagai wujud komitmen kita dalam pelaksanaan pengendalian massa yang humanis,” tegasnya.
Usai arahan, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi pengendalian massa yang menggambarkan berbagai tahapan situasi, mulai dari kondisi aman (hijau), meningkat (kuning), hingga kondisi darurat (merah).
Simulasi diawali dengan skenario penerimaan informasi aksi unjuk rasa oleh Sat Intelkam, dilanjutkan dengan penyusunan rencana pengamanan, koordinasi lintas instansi, hingga penggalangan oleh tim negosiator.
Dalam tahap pelaksanaan, pengamanan dibagi dalam tiga ring, mulai dari titik kumpul massa, lokasi parkir, hingga pusat aksi di kawasan Gedung Setda Karanganyar.
Pada fase awal, situasi digambarkan masih kondusif dengan aksi damai yang ditangani melalui negosiasi. Namun, skenario berkembang dengan munculnya provokasi dari kelompok tertentu yang memicu eskalasi.
Memasuki situasi kuning, personel Dalmas Lanjut diterjunkan dengan dukungan kendaraan taktis water cannon untuk mengurai massa. Sementara dalam kondisi merah, saat massa bertindak anarkis, diturunkan peleton Raimas yang dilengkapi gas air mata untuk memukul mundur massa serta melakukan penindakan terhadap provokator.
Simulasi juga menampilkan proses evakuasi korban, pemadaman api, hingga sterilisasi lokasi menggunakan unit K9, sebelum akhirnya situasi dinyatakan aman dan kondusif.