Kanada Sambut Peran Indonesia sebagai Mediator Konflik Timur Tengah dan Dukung Keanggotaan RI di CPTPP

Sabtu 07-03-2026,00:03 WIB
Reporter : Yuliana
Editor : Admin

Jakarta, AktualNews -Pemerintah Kanada menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah serta dampaknya terhadap warga sipil.

“Kami sangat prihatin dengan apa yang terjadi di Timur Tengah dan meluasnya konflik tersebut. Tentu saja, keselamatan warga sipil dan perlindungan warga negara kami menjadi perhatian utama,” ujar Dubes  Jess Dutton.

Kanada berharap dapat bekerja sama dengan Indonesia dan negara-negara lain dalam mencari solusi damai atas krisis tersebut. Menanggapi niat Indonesia untuk berperan sebagai mediator, Kanada menyatakan dukungan penuh.

BACA JUGA:PPWI dan Dubes Aljazair Gelar Pertemuan Silaturahmi Bahas Kerja Sama Sosial Budaya

“Kanada menyambut baik setiap dukungan yang dapat diberikan Indonesia untuk membantu menyelesaikan krisis ini dan kami telah menyelesaikan beberapa isu terkait tarif, dan saya pikir hubungan kami akan bergerak ke arah yang lebih positif,”tambahnya.

Kanada sendiri tidak memiliki aset militer di kawasan tersebut dan tidak terlibat secara langsung dalam konflik. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan keselamatan dan keamanan warga negara Kanada, seraya menekankan bahwa perlindungan warga sipil juga menjadi prioritas pemerintah Indonesia.

Terkait kemungkinan adanya korban warga Kanada, Jess Dutton menyebutkan belum menerima laporan mengenai warga Kanada yang tewas atau terluka akibat konflik, namun informasi tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.

BACA JUGA:Dubes Prancis Tutup Hari Internasional Francophonie di IFI

Hubungan Dagang dengan China dan Diversifikasi Perdagangan.

Dalam kesempatan yang sama, Kanada juga menyinggung perkembangan hubungan dagang dengan China. Kedua negara sebelumnya sempat memberlakukan tarif terhadap sejumlah produk masing-masing. Namun, dalam kunjungan terbaru, telah dicapai kesepakatan untuk mengurangi tarif di sektor-sektor tertentu.

Meski demikian, Kanada mengakui masih terdapat sejumlah perbedaan pandangan dengan China. Pemerintah Kanada memiliki target untuk meningkatkan perdagangan non-Amerika Serikat sebesar 50 persen dalam 10 tahun ke depan. Dalam upaya tersebut, negara-negara seperti Indonesia, China, dan India dinilai akan memainkan peran penting.

Kanada menegaskan bahwa saat ini tidak memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan China, berbeda dengan sejumlah mitra lain seperti Indonesia, Amerika Serikat, dan Uni Eropa, serta keanggotaannya dalam perjanjian perdagangan regional Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).

Dukungan bagi Indonesia Bergabung ke CPTPP

Menanggapi minat Indonesia untuk bergabung dengan CPTPP, Kanada menyatakan dukungan terhadap proses yang tengah dijalani Indonesia.

Indonesia sedang melalui proses normal yang memang harus ditempuh oleh setiap negara yang ingin bergabung. Kami tentu menyambut baik dan melihat nilai besar jika Indonesia menjadi anggota CPTPP.

Tags :
Kategori :

Terkait